Showing posts with label Suasana di Kota Santri. Show all posts
Showing posts with label Suasana di Kota Santri. Show all posts

Sunday, June 16, 2024

Menyembelih Sifat-sifat Hewani dalam Diri

Ciri Manusia yang Membedakan dengan Hewan 

Idul Adha adalah momen reflektif bagi umat Islam untuk menyembelih sifat-sifat hewani dalam diri. Dalam momen Idul Adha, umat Islam diingatkan untuk mengendalikan dan menyembelih sifat-sifat hewani dalam diri, seperti nafsu berlebihan, amarah, dan egoisme. Ini adalah waktu untuk introspeksi dan meningkatkan kualitas diri dengan mengikuti contoh Nabi Ibrahim AS yang penuh ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT. Semoga kita semua mampu menginternalisasi nilai-nilai ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi manusia yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Ada empat ciri utama yang membedakan manusia dari hewan, yaitu,

Pertama : Mampu Berpikir, Akal dan Kritis

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT dengan keistimewaan utama yaitu akal. Kemampuan berpikir dan bernalar ini menjadi pembeda antara manusia dan makhluk lainnya, serta merupakan anugerah terbesar yang Allah berikan kepada manusia.

Akal merupakan instrumen penting yang memungkinkan manusia untuk memahami, menganalisis, dan memecahkan masalah. Dalam Al-Quran, banyak ayat yang mendorong manusia untuk menggunakan akalnya dalam memahami tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Allah SWT berfirman:

Islam sangat menghargai kemampuan berpikir kritis dan mendorong umatnya untuk selalu berusaha mencari kebenaran melalui ilmu pengetahuan. Berpikir kritis tidak hanya melibatkan kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi, tetapi juga melibatkan keberanian untuk mempertanyakan dan mencari bukti yang kuat sebelum menerima suatu pemahaman.

Kemampuan berpikir, menggunakan akal, dan bersikap kritis adalah ciri khas manusia yang membedakannya dari makhluk lain. Islam mendorong umatnya untuk selalu menggunakan akal dalam memahami ajaran agama dan realitas kehidupan. Namun, akal harus selalu dibimbing oleh iman agar dapat menghasilkan pemahaman yang benar dan bermanfaat. Dengan demikian, manusia dapat menjalani hidup yang bermakna dan sesuai dengan tujuan penciptaannya oleh Allah SWT.


Kedua : Tersenyum, Damai, Awet Muda, Bersedekah, Ramah, Bukan Marah

Islam mengajarkan berbagai akhlak mulia yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang istimewa. Beberapa ciri utama yang dianjurkan dalam Islam adalah tersenyum, damai, awet muda, bersedekah, ramah, dan menjauhi sifat marah. Berikut adalah penjelasan mengenai setiap ciri tersebut:

Senyum adalah cerminan hati yang tulus dan bersih. Dalam Islam, tersenyum bukan hanya ekspresi kebahagiaan tetapi juga bentuk ibadah yang dapat menyebarkan kebaikan dan meringankan beban orang lain.

Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kedamaian. 

Ciri-ciri manusia yang dianjurkan dalam Islam seperti tersenyum, damai, awet muda, bersedekah, ramah, dan tidak mudah marah adalah manifestasi dari akhlak yang baik. Dengan mengamalkan sifat-sifat ini, seorang Muslim tidak hanya menjadi pribadi yang mulia di hadapan Allah SWT tetapi juga menjadi contoh teladan bagi masyarakat sekitarnya. 


Ketiga: Rasa Malu dan Iman

Dalam Islam, ciri khas yang membedakan manusia dari makhluk lainnya adalah adanya rasa malu dan iman. Kedua sifat ini bukan hanya tanda keimanan, tetapi juga fondasi untuk membangun akhlak yang mulia.

Rasa malu merupakan salah satu sifat yang sangat dianjurkan dalam Islam. 

Rasa malu mendorong seorang Muslim untuk menjaga perilaku, kata-kata, dan penampilannya agar selalu sesuai dengan ajaran Islam. Misalnya, rasa malu akan membuat seseorang berpakaian dengan sopan, berkata-kata dengan lembut, dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa.

Rasa malu dan iman saling berkaitan erat. Seorang yang beriman akan memiliki rasa malu yang tinggi, karena ia menyadari bahwa Allah SWT selalu mengawasi segala perbuatannya. Rasa malu akan mendorong seseorang untuk selalu berbuat baik dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa, karena ia tidak ingin mengecewakan Allah SWT dan merusak hubungan baik dengan-Nya.

Selain itu, rasa malu juga menjadi benteng bagi seorang Muslim dalam menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dengan adanya rasa malu, seseorang akan berhati-hati dalam bertindak dan berkata, sehingga dapat menjaga keharmonisan dan kehormatan dalam kehidupan sosial.


Keempat : Beragama, Petunjuk, dan Tuntunan

Dalam Islam, manusia diberikan keistimewaan sebagai makhluk yang beragama, memiliki petunjuk, dan mengikuti tuntunan. Tiga aspek ini merupakan pilar penting yang membentuk karakter dan arah hidup seorang Muslim.

Beragama adalah fitrah manusia yang diciptakan Allah SWT. Beragama berarti menjalani kehidupan dengan kesadaran akan keberadaan Allah dan menjalankan perintah-Nya. Beragama memberikan makna dan tujuan hidup, serta menjadi landasan moral bagi setiap tindakan.

Al-Quran dan Sunnah adalah petunjuk utama bagi umat Islam. Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup. Sunnah adalah contoh hidup Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan dan menerapkan ajaran Al-Quran. Kedua sumber ini memberikan petunjuk yang jelas dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, muamalah, hingga akhlak.


Thursday, July 22, 2021

Berkurban Kambing atau Domba atau Sapi?

Idul Adha, Berkurban Kambing atau Domba Pahalanya Lebih Besar Ketimbang Sapi, Begini Penjelasannya

Kamis, 31 Agustus 2017 20:43


Banyak pertanyaan mengenai hewan apa yang lebih baik untuk menjadi kurban, sapi atau kambing. Menurut Ustad Khalid Basalamah, hewan yang afdol untuk dikurbankan adalah kambing dan domba. Karena Rasulullah SAW berkurban dengan kambing dan domba.

Di Indonesia, masyarakat lebih senang berkurban dengan sapi. Karena masyarakat kita lebih suka mengonsumsi sapi.

"Padahal masalahnya bukan suka atau tidak suka, tapi perintah atau bukan perintah. Afdhal atau mufadhal, lebih baik atau yang baik, sapi kalau kita beli misalnya Rp 20 juta bisa dapat 20 hingga 30 kilo, sementara kambing hanya 15 kilo, tapi tetap kambing lebih afdol, lebih besar pahalanya. Karena Rasulullah SAW menyembelih pada saat itu domba, sejenis kambing 65 ekor untuk beliau sendiri".

"Masalah antum nanti pengen beli makan sapi, nanti beli di hari-hari biasa. Bukan tidak boleh sapi, tapi lebih afdol kambing. Untuk apa kita pangkas-pangkas pahala kita, lebih baik kambing".

Dijelaskannya, sesungguhnya Rasulullah SAW suka memakan daging kambing, terutama bahagian paha. Abu Hurairah r.a. berkata, “Suatu ketika dihidangkan ke hadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam semangkuk bubur dan daging. Maka beliau mengambil bahagian paha (dari daging tersebut), dan bahagian itulah yang paling disenangi oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam.” (HR. Muslim).

"Berarti kalau muslim muslimah gemar memakan kambing karena melihat Nabi Muhammad SAW itu pahala".

Kemudian aqiqah, ketika lahir anak laki-laki memotong dua kambing, anak perempuan satu kambing. Tak bisa digantikan oleh hewan lain.

"Dan disunahkan makan sebagian dagingnya. Berarti ada anjuran makan kan. Ini gak berlaku pada hewan lain dan kita punya Idul Adha, lebih baik dengan kambing, walaupun sapi boleh, dan boleh juga unta".

Lebih afdol lagi dari kambing adahal domba. Dalam sunah Nabi Daud SAW yang dipelajarinya.

"Ada riwayat kalau orang mau nyembelihpun, lebih afdol lagi domba. Dan domba lebih banyak lagi pahalanya kalau berwarna putih dan hitam, seperti dijelaskan hadis Bukhari. Karena Nabi Muhammad SAW menyembelih dengan ciri itu".

Faktanya orang Indonesia banyak yang menghindari mengonsumsi kambing. Menurutnya bukan karena dagingnya, tetapi bumbunya.

"Kita banyak pakai santan, pakai garam. Di Saudi (Arab) orang umur 80 tahun, 90 tahun makan kambing gak papa. Di sana memang agak tawar, tapi dicampur lagi dengan jeruk, susu. Bahkan dagingnya paling sehat, susunya paling sehat, kandungan protein di dalamnya senyawa dengan protein manusia, sehingga kalau dimakan larinya ke otot, bukan ke lemak. Islam gak mungkin menyuruh itu salah."

Dilansir kompas, daging kambing ternyata bukan jadi penyebab darah tinggi. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Johanes Chandrawinata, SpGK, mengatakan, datangnya penyakit darah tinggi saat mengonsumsi daging kambing hanyalah mitos. Bahkan, kata dia, mengunyah satu kilogram daging kambing pun tak akan mendatangkan darah tinggi.

" Kambing cukup sehat asal dagingnya saja, bukan dibarengi dengan jeroan, babat, otak, dan usus,” kata Johanes saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/8/2017).

Johanes menuturkan, daging kambing memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daging sapi karena kandungan lemak dan kolesterolnya yang lebih rendah.

Dalam takaran 100 gram, lemak daging kambing hanya 3,03 gram, sedangkan daging sapi 7,72 gram. Kolesterol daging kambing juga sedikit lebih rendah, yakni 75 miligram, dan kolesterol sapi 80 miligram.

Selain itu, untuk zat besi, daging kambing juga lebih banyak dengan 3,73 gram, sedangkan daging sapi hanya 2,24 miligram. Kemudian, seng (zinc) pada daging kambing sebesar 5,27 miligram dan sapi 4,61 miligram.

Akan tetapi, cara masak yang tepat juga perlu diketahui agar mendapatkan manfaat nutrisi sepenuhnya.

Bagi pencinta sate kambing, Johanes menyarankan agar tidak memanggangnya hingga gosong. Saat proses pemanggangan, protein pada daging kambing yang terkena panas tinggi bisa berubah menjadi zat karsinogen. Dengan begitu, hal ini juga mengonfirmasi bahwa arang sebagai penyebab kanker juga mitos.

“Kalau makan di-grill itu cukup seminggu sekali. Jangan tiap hari (bisa) bikin kanker,” ujar Johanes.

Sementara, jika Anda tak suka daging yang dipanggang, masak dengan kuah juga dapat menjadi pilihan. Dalam proses ini, lebih baik hindari penggunaan santan yang berlebihan. Penambahan sayur juga dapat menambahkan kandungan vitamin pada hidangan kambing. (*)


Sumber:

https://banjarmasin.tribunnews.com/2017/08/31/idul-adha-berkurban-kambing-atau-domba-pahalanya-lebih-besar-ketimbang-sapi-begini-penjelasannya?page=all.

Wednesday, July 21, 2021

Adab Memasuki Kamar Orangtua

Seseorang pernah bertanya pada Imam Syafi’i, “Seberapa besar tekadmu untuk mendapatkan adab?” 

Dia menjawab, “Aku mendengarkan setiap huruf yang aku dengar seakan aku belum pernah mendengarnya, sehingga seluruh anggota badanku berharap, seandainya ia mempunyai pendengaran untuk ikut menikmati apa yang aku dengarkan.” 

Dia ditanya lagi bagaimana engkau mencarinya?” 

Dia menjawab, “(Aku mencarinya) seperti seorang wanita yang tersesat di jalan mencari anaknya yang hilang, sedangkan anak itu adalah keluarganya satu-satunya.”

Bicara tentang adab, kita tidak boleh melupakan satu hal penting ini. Adab itu datang sebelum ilmu. Adab itu berkaitan dengan baik dan buruknya akhlak kita. Adab sebaiknya diperkenalkan sejak anak-anak masih dalam usia dini agar adab itu menjadi karakter yang melekat pada diri anak.

Islam itu agama yang sempurna. Ia mengatur setiap aspek kehidupan manusia. Bahkan persoalan kapan anak bisa masuk ke kamar orangtuanya sudah diatur di dalam al qur’an. Dan anak dilarang masuk ke kamar orangtua tanpa ijin.

“Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta ijin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah solat Isya’. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An Nuur : 58) 

Surah An Nuur ayat 58 ini telah menerangkan secara jelas tentang tiga waktu dilarangnya anak-anak masuk ke kamar orangtuanya.

1. Sebelum shalat Subuh. Pada waktu ini orangtua masih dalam keadaan tidur. Ada kemungkinan aurat mereka terbuka sehingga tidak layak dilihat oleh anak-anak.

2. Sebelum waktu Zuhur. Pada waktu ini kita disunnahkan untuk tidur sebentar. Anak tidak diperkenankan untuk mengganggu waktu tidur orangtua.

3. Lepas Isya. Waktu dimana biasanya orangtua sedang bersiap-siap untuk tidur.

Ketiga waktu di atas merupakan waktu private orangtua untuk istirahat atau saling bercengkrama. Anak-anak dilarang untuk memasuki kamar orangtua agar mereka mengerti tentang adab menghormati orangtua dengan menghormati waktu istirahat orangtua. 

Selain itu, pada waktu-waktu ini, orangtua sedang menikmati waktunya sendiri, jika anak bisa dengan seenaknya masuk ke kamar orangtua, dikhawatirkan akan melihat hal-hal private orangtuanya. 


Sumber :

https://chanelmuslim.com/parenting/adab-memasuki-kamar-orangtua

Sunday, August 26, 2018

Jin, Setan, dan Iblis

Apa perbedaan jin dan iblis atau setan?


Jin

Jin adalah salah satu jenis makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis manusia atau malaikat.

Jin diciptakan dari bahan dasar api, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan,

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ (14) وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ(15)

“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 14 – 15)

Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal:

a. Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu.

b. Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat, sebagaimana mausia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.

Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

Sedangkan perbedaan jin dengan mansuia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa kelihatan dan tidak.

Makhluk ini dinamakan jin, karena memiliki sifat ijtinan (Arab: اجتنان), yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan. Manusia tidak bisa melihat jin dan jin bisa melihat manusia. Allah berfirman,

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

“Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27)


Setan

Untuk memahami setan, satu prinsip yang harus Anda pegang: Jin itu makhluk dan setan itu sifat. Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.

Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.

Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan,

الشيطان في لغة العرب يطلق على كل عاد متمرد

“Setan dalam bahasa Arab digunakan untuk menyebut setiap makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was Syayathin, Hal. 16).

Dinamakan setan, dari kata; syutun (Arab: شطون) yang artinya jauh. Karena setan dijauhkan dari rahmat Allah. (Al-Mu’jam Al-Wasith, kata: الشيطان)

Kembali pada keterangan sebelumnya, karena setan itu sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan jin. Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada setan dari golongan jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, setelah menjelaskan sifat-sifat setan,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan mausia.” (QS. An-Nas: 6).


Iblis

Siapakah iblis? Iblis adalah nama salah satu jin yang menjadi gembongnya para pembangkang. Dalil bahwa iblis dari golongan jin adalah firman Allah,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

“Ingatlah ketika Kami berkata kepada para maialakt, ‘Sujudlah kallian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah.” (QS. Al-Kahfi: 50)

Iblis juga memiliki keturunan, sebagaimana umumnya jin lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ

“Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rab-nya. Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi: 50)


Sumber:
Read more https://konsultasisyariah.com/10504-perbedaan-jin-setan-dan-iblis.html

Thursday, February 1, 2018

25 Nabi dan Rasul

BIODATA LENGKAP 25 NABI DAN RASUL


1. ADAM AS.
Nama: Adam As.
Usia: 930 tahun.
Periode sejarah: 5872-4942 SM.
Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab.
Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan.
Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

2. IDRIS AS.
Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As.
Usia: 345 tahun di bumi.
Periode sejarah: 4533-4188 SM.
Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis).
Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

3. NUH AS. 
Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As.
Usia: 950 tahun.
Periode sejarah: 3993-3043 SM.
Tempat diutus (lokasi): Selatan Irak.
Jumlah keturunannya: 4 putra (Sam, Ham, Yafits dan Kan’an).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Nuh.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 43 kali.

4. HUD AS. 
Nama: Hud bin Abdullah.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ ‘Aush (‘Uks) ⇒ ‘Ad ⇒ al-Khulud ⇒ Rabah ⇒ Abdullah ⇒ Hud As.
Usia: 130 tahun.
Periode sejarah: 2450-2320 SM.
Tempat diutus: Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman).
Tempat wafat: Bagian Timur Hadhramaut Yaman.
Sebutan kaumnya: Kaum ‘Ad.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 7 kali.

5. SHALIH AS. 
Nama: Shalih bin Ubaid.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ Amir ⇒ Tsamud ⇒ Hadzir ⇒ Ubaid ⇒ Masah ⇒ Asif ⇒ Ubaid ⇒ Shalih As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 2150-2080 SM.
Tempat diutus: Daerah al-Hijr (Mada’in Shalih, antara Madinah dan Syria).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Tsamud.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 10 kali.

6. IBRAHIM AS. 
Nama: Ibrahim bin Tarakh.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As.
Usia: 175 tahun.
Periode sejarah: 1997-1822 SM.
Tempat diutus: Ur, daerah selatan Babylon (Irak).
Jumlah keturunannya: 13 anak (termasuk Nabi Ismail As. dan Nabi Ishaq As.). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kaldan.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 69 kali.

7. LUTH AS. 
Nama: Luth bin Haran.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Haran ⇒ Luth As.
Usia: 80 tahun.
Periode sejarah: 1950-1870 SM.
Tempat diutus: Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth).
Jumlah keturunannya: 2 putri (Ratsiya dan Za’rita).
Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria).
Sebutan kaumnya: Kaum Luth.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 27 kali.

8. ISMAIL AS. 
Nama: Ismail bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As.
Usia: 137 tahun.
Periode sejarah: 1911-1774 SM.
Tempat diutus: Mekah.
Jumlah keturunannya: 12 anak.
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Amaliq dan Kabilah Yaman.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.

9. ISHAQ AS. 
Nama: Ishaq bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As.
Usia: 180 tahun.
Periode sejarah: 1897-1717 SM.
Tempat diutus: Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an).
Jumlah keturunannya: 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub As./Israel).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 17 kali.

10. YA’QUB AS. 
Nama: Ya’qub/Israel bin Ishaq.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As.
Usia: 147 tahun.
Periode sejarah: 1837-1690 SM.
Tempat diutus: Syam (Syria).
Jumlah keturunannya: 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan Yathirah).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron), Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.

11. YUSUF AS. 
Nama: Yusuf bin Ya’qub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1745-1635 SM.
Tempat diutus: Mesir.
Jumlah keturunannya: 3 anak; 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Tempat wafat: Nablus.
Sebutan kaumnya: Heksos dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 58 kali.

12. AYYUB AS. 
Nama: Ayyub bin Amush.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayub As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1540-1420 SM.
Tempat diutus: Dataran Hauran.
Jumlah keturunannya: 26 anak.
Tempat wafat: Dataran Hauran.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.

13. SYU’AIB AS. 
Nama: Syu’aib bin Mikail.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Madyan ⇒ Yasyjur ⇒ Mikail ⇒ Syu’aib As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1600-1490 SM.
Tempat diutus: Madyan (pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai).
Jumlah keturunannya: 2 anak perempuan.
Tempat wafat: Yordania.
Sebutan kaumnya: Madyan dan Ash-habul Aikah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 11 kali.

14. MUSA AS. 
Nama: Musa bin Imran, nama Ibunya Yukabad atau Yuhanaz Bilzal.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Musa As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1527-1407 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Jumlah keturunannya: 2 anak, Azir dan Jarsyun, dari istrinya bernama Shafura binti Syu’aib As.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 136 kali.

15. HARUN AS. 
Nama: Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As.
Usia: 123 tahun.
Periode sejarah: 1531-1408 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 20 kali.

16. DZULKIFLI AS. 
Nama: Dzulkifli/Bisyr/Basyar bin Ayyub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayyub As. ⇒ Dzulkifli As.
Usia: 75 tahun.
Periode sejarah: 1500-1425 SM.
Tempat diutus: Damaskus dan sekitarnya.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

17. DAUD AS. 
Nama: Daud bin Isya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As.
Usia: 100 tahun.
Periode sejarah: 1063-963 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Sulaiman As.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.

18. SULAIMAN AS. 
Nama: Sulaiman bin Daud.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As.
Usia: 66 tahun.
Periode sejarah: 989-923 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Rahab’an.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali.

19. ILYAS AS. 
Nama: Ilyas bin Yasin.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. ⇒ Alzar ⇒ Fanhash ⇒ Yasin ⇒ Ilyas As.
Usia: 60 tahun di bumi.
Periode sejarah: 910-850 SM.
Tempat diutus: Ba’labak (Lebanon).
Tempat wafat: Diangkat Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bangsa Fenisia.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.

20. ILYASA’ AS. 
Nama: Ilyasa’ bin Akhthub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Ifrayim ⇒ Syutlim ⇒ Akhthub ⇒ Ilyasa’ As.
Usia: 90 tahun.
Periode sejarah: 885-795 SM.
Tempat diutus: Jaubar, Damaskus.
Tempat wafat: Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

21. YUNUS AS. 
Nama: Yunus/Yunan/Dzan Nun bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Bunyamin ⇒ Abumatta ⇒ Matta ⇒ Yunus As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 820-750 SM.
Tempat diutus: Ninawa, Irak.
Tempat wafat: Ninawa, Irak.
Sebutan kaumnya: Bangsa Asyiria, di utara Irak.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.

22. ZAKARIYA AS. 
Nama: Zakariya bin Dan.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As.
Usia: 122 tahun.
Periode sejarah: 91 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Jumlah keturunannya: 1 anak.
Tempat wafat: Halab (Aleppo).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.

23. YAHYA AS. 
Nama: Yahya bin Zakariya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. ⇒ Yahya As.
Usia: 32 tahun.
Periode sejarah: 1 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.

24. ISA AS. 
Nama: Isa bin Maryam binti Imran. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Radim ⇒ Yahusafat ⇒ Barid ⇒ Nausa ⇒ Nawas ⇒ Amsaya ⇒ Izazaya ⇒ Au’am ⇒ Ahrif ⇒ Hizkil ⇒ Misyam ⇒ Amur ⇒ Sahim ⇒ Imran ⇒ Maryam ⇒ Isa As.
Usia: 33 tahun di bumi.
Periode sejarah: 1 SM-32 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Diangkat oleh Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali, sebutan al-Masih sebanyak 11 kali, dan sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali.

25. MUHAMMAD SAW. 
Nama: Muhammad bin Abdullah.
Garis Keturunan Ayah: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Hasyim ⇒ Abdul Muthalib ⇒ Abdullah ⇒ Muhammad Saw.
Garis Keturunan Ibu: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Wahab ⇒ Aminah ⇒ Muhammad Saw.
Usia: 63 tahun.
Periode sejarah: 570-632 M.
Tempat diutus: Mekkah.
Jumlah keturunannya: 7 anak; 3 laki-laki Qasim, Abdullah dan Ibrahim, dan 4 perempuan Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-Zahra.
Tempat wafat: Madinah.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arab.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

Saturday, June 17, 2017

Masjid Randu Surabaya


Masjid Nurul Huda atau yang lebih dikenal dnegan Masjid Randu Surabaya ini berlokasi di Randu Timur II No.7, Sidotopo Wetan, Kenjeran, Kota SBY, Jawa Timur 60128

Selain untuk ibadah sholat berjamaah, Masjid Randu Surabaya ini juga digunakan untuk kegiatan rutin Dzikir bersama oleh jama’ah SITQON Cabang Surabaya atau Silaturrahim Ikhwan Akhowat dan Simpatisan Thoriqoh Naqsyabandiyah, yang bertajuk “Khotmil Khwajagan” Thoriqoh Naqsyabandiyah Mudzhariyah Gersempal.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap Malam Jum’at Wage untuk wilayah Surabaya.


Sumber :
http://petalokasi.org/Kota-Surabaya/Masjid-Randu-Surabaya-974716/

Tuesday, June 13, 2017

Masjid Pondok Mutiara Sidoarjo


Masjid Pondok Mutiara Sidoarjo terletak di Perumahan Pondok Mutiara, Banjarbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Masjid ini bersih dan rapi sehingga ibadah bisa menjadi tenang. Tempat parkir juga cukup untuk menampung jamaah.

Di masjid Pondok Mutiara Sidoarjo ini sering diadakan kajian rutin, diantaranya yaitu :

Oktober 2015, didakan Nasehat Keislaman Untuk Remaja atau disingkat menjadi Nasi Kare, yang diikuti oleh remaja putri dan remaja putra yang dilaksanakan di ruang utama masjid. Materi di sampaikan oleh Ust. Carlos Abu Hamzah. Kajian rutin ini diadakan pada sabtu pekan ke dua jam 16.00-17.30.

Desember 2016, diadakan Kajian ”Meraih Kejayaan Dalam Islam” bersama Ustadz Abdurrahman Thayyib, Lc pada pukul 09:30 (Pagi) di Masjid Pondok Mutiara Sidoarjo pada tanggal 18 Desember 2016 dengan tema : ”Meraih Kejayaan Dalam Islam”. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum, muslimin dan muslimat.

Juni 2017, dengan pemateri Ustadz Fachry Permana, alumni Ma'had Al-Furqan Al-Islamy Gresik, yang diadakan setiap hari Selasa, tanggal 18 Juni 2017, pukul 17:30 - 19:00, di Masjid Pondok Mutiara Sidoarjo, tepatnya jalan Mutiara Selatan.


Sumber :
http://nidaulfithrah.com/?p=1879
http://kajianmuslim.com/hadirilah-kajian-meraih-kejayaan-dalam-islam-bersama-ustadz-abdurrahman-thayyib-lc/
http://infodakwah.net/kajian/kajian-rutin-setiap-selasa-masjid-pondok-mutiara-sidoarjo.html

Saturday, June 10, 2017

Masjid Agung Surabaya


Masjid Agung Surabaya atau Masjid Nasional Al Akbar merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia dan terletak di Surabaya, tepatnya berada di samping Jalan Tol Surabaya-Porong. Masjid Agung Surabaya mempunyai dimensi panjang 147 meter dan lebar 128 meter, sehingga total luas bangunan Masjid Agung Surabaya sekitar 22.300 meter persegi.

Masjid Agung Surabaya mudah dikenali dengan ciri yang mencolok yaitu kubah besar dan dikelilingi 4 kubah kecil yang berwarna biru. Di sisi kanan terdapat satu menara yang mempunyai tinggi 99 meter.

Ciri khas lainnya adalah bentuk kubah Masjid Agung Surabaya menyerupai setengah telur dengan tinggi sekitar 27 meter. Dan ciri khas terakhir adalah pintu masuk ke dalam ruangan masjid tinggi dan besar dan mihrabnya adalah mihrab masjid terbesar di Indonesia.

Timeline dari Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya adalah sebagai berikut :

4 Agustus 1995 : awal mula dibangun
Pembangunan sempat dihentikan sementara waktu karena krisis moneter pembangunannya.
Tahun 1999 : pembangunan masjid dibangun lagi
10 November 2000 : diresmikan oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid.
Tahun 2001 : pembangunan selesai.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Al-Akbar

Saturday, June 3, 2017

Masjid Nurul Yaqin Sidoarjo

Setelah exit tol Sidoarjo jika ingin rehat sejenak sambil menunaikan ibadah sholat, bisa mampir di masjid sekitar jalan Ponti, yaitu dari exit tol lurus, kemudian ada bundaran air mancur Taman Pinang Indah belok kiri. Kemudian ada pertigaan lampu merah belok kiri lagi, dari sana posisi Masjid sudah dapat diketahui.


Masjid Nurul Yaqin Sidoarjo terletak di Perum Pondok Blok AG RT37 RW9, Jati, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61252, Indonesia. Saat kota Sidoarjo punya gawe Istighosah Kubro PWNU Jawa Timur, bulan April 2017 lalu, Masjid Nurul Yaqin mampu menampung parkir peserta dengan kapasitas 500 sepeda motor.

Takmir Masjid Nurul Yaqin Pondok Jati ini pernah dikoordinir oleh Irianto, yaitu pilot pesawat AirAsia QZ 8501 yang mengalami kecelakaan. Selain menjadi takmir Masjid Nurul Yaqin, Irianto juga merupakan Ketua RT 39 RW 9 dilingkungan rumahnya di perumahan Pondok Jati Sidoarjo.


Sumber :
https://websta.me/location/1015564977
https://www.facebook.com/pages/Masjid-Nurul-Yaqin-pondokjati-Sidoarjo/277201615640198
http://www.suarasurabaya.net/mobile/kelanakota/detail/2017/186808-Istighosah-Kubro-PWNU-Jawa-Timur,-Ini-Lokasi-Parkirnya
http://beritajatim.com/peristiwa/227172/irianto_pilot_airasia_takmir_masjid_pondok_jati_sidoarjo.html
http://news.detik.com/berita/2788497/airasia-qz8501-hilang-pilot-iriyanto-pengurus-masjid-dan-rajin-ibadah/2

Thursday, June 1, 2017

Masjid Al-Abror Sidoarjo


Masjid Al-Abror Sidoarjo mulai dibangun tahun 1678 oleh Mbah Mulyadi dengan dibantu Musa, Badria, dan Salim. Konon Mbah Mulyadi merupakan anggota pasukan Tronojoyo yang melarikan diri ke Sidoarjo.

Masjid Al-Abror disebut dengan masjid tiban karena Mbah Mulyadi awalnya menemukan pondasi gundukan tanah yang kemudian digunakan untuk membangun masjid di atas pondasi itu.


Sebelum Masjid Agung Sidoarjo dan Alun-alun kota Sidoarjo yang sekarang, dahulu Masjid Al-Abror merupakan ikon pemerintahan Sidoarjo dengan Alun-alunnya berada di Pasar Lama (sekarang kompleks Matahari Store).

Tahun 1859, Masjid Al-Abror dilakukan renovasi untuk pertama kali, oleh Bupati Sidokare (sebelum menjadi Sidoarjo) yaitu Bupati Raden Notopuro (Tjokronegoro). Tahun 2009, Masjid Al-Abror juga dilakukan renovasi kembali oleh Bupati Sidoarjo saat itu yaitu Bupati Win Hendrarso.

Masjid Al-Abror terletak di Kelurahan Kauman, yang terdiri dari dua lantai dengan warna dominan hijau muda. Masjid yang kita saksikan sekarang sudah mengalami banyak perubahan. Mulai atap, pilar penyangga, mimbar, tembok, hingga fondasi. Namun nuansa Timur Tengah tetap dijaga.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kemudian menetapkan Al-Abror sebagai kawasan wisata religi sehingga kawasan tersebut ditata termasuk penertiban stan dan bangunan di depan masjid, terutama bangunan dan stan pedagang yang berdiri menghalangi masjid dengan dua menara itu.


Sumber :
http://www.jawapos.com/read/2017/01/30/105954/masjid-al-abror-sidoarjo-dan-gerbang-saling-tegur-sapa
https://m.tempo.co/read/news/2015/06/29/155679163/kisah-masjid-al-abror-tertua-di-sidoarjo-berusia-300-tahun
http://www.kompasiana.com/mawan.sidarta/al-abror-masjid-tertua-dan-bersejarah-di-sidoarjo_552cc4a66ea83454148b456a

Monday, May 29, 2017

Masjid Al-Furqon Sidoarjo


Masjid Al-Furqon Sidoarjo terletak di Taman Pinang Indah Sidoarjo, tepatnya di JL Taman Pinang Indah, Perum Taman Pinang Indah Blok H IV/11A, Lemahputro, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61213. Masjid Al-Furqon ini menjadi satu dengan Play Group dan TK Al-Furqon Sidoarjo.

TK Islam Al Furqon didirikan untuk mengasuh dan mendidik anak-anak kaum muslimin secara umum dengan pengasuhan dan pendidikan agama Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman generasi terbaik umat ini.

Semula atap dari Masjid Al-Furqon bergaya joglo tumpang dua, kemudian dilakukan renovasi masjid dengan memasang kubah ornament panel enamel sehingga lebih terkesan modern tanpa merubah total struktural bangunan lama.


Sumber :
http://www.trackpacking.com/v/index/4dd4de67d4c0e6b33e45809e
http://kubahindonesia.blogspot.co.id/2016/10/kubah-enamel-masjid-al-furqon-sidoarjo.html
http://www.alfurqon.surabaya-klik.com/
https://sekolah.muslim.or.id/2-tk/al-furqon.html

Saturday, May 27, 2017

Masjid Agung Sidoarjo


Pembangunan awal Masjid Jamik Sidoarjo atau terkadang disebut dengan penyempurnaan pertama Masjid Jamik Sidoarjo dilakukan oleh Bupati Tjokronegoro pada tahun 1862.

Kemudian pada tahun 1895, dilakukan penyempurnaan kedua Masjid Jamik Sidoarjo oleh Bupati RAA Tjondronegoro atau R. Adipati Pandji Tjondronegoro tepatnya pada hari Jumat, tanggal 19 Juli 1895 oleh selaku bupati  Sidoarjo.

Tahun 1969 dilakukan pemugaran atau penyempurnaan ketiga oleh Bupati Soedarsono dan kemudian namanya berganti menjadi Masjid Agung Sidoarjo. Masjid Agung Sidoarjo mempunyai luas 2.115 meter persegi sehingga dapat menampung hingga 4.000 jamaah.

Pada tahun 1973 oleh Bupati H A Choedori Amir, dan pada tahun 1979 saat Sidoarjo dipimpin oleh Bupati H Soewandi serta pada tahun 2012 oleh Bupati H Saiful Ilah juga melakukan rehabilitasi atau penyempurnaan Masjid Agung Sidoarjo.

Masjid Agung Sidoarjo berada dekat alu-alun kota Sidoarjo tepatnya di jalan Sultan Agung. Masjid Agung Sidoarjo terdiri dari tiga lantai dengan tiang atau pilar besar serta lantai dari marmer. Konon berdasarkan beberapa artikel di Masjid Agung Sidoarjo terdapat Bencet  atau jam matahari, yaitu berupa piringan logam (besi) berbentuk lingkaran dengan pusat lingkaran terdapat tiang sehingga akan terbentuk bayangan tiang oleh sorot matahari yang jatuh pada lingkaran logam sebagai  penunjuk waktu sholat.


Sumber :
http://www.wisatasidoarjo.com/masjid-agung-sidoarjo/
https://www.facebook.com/MasjidAgungSidoarjo/
http://www.indoplaces.com/mod.php?mod=indonesia&op=view_region&cid=13&regid=305
http://keluarga-tjondronegoro.blogspot.co.id/2013/11/masjid-agung-sidoarjo.html

Semua Nabi adalah Jalan Kebenaran sebagai Jalan yang Lurus

Semua Nabi adalah Jalan Kebenaran Menuju Tuhan. Semua nabi adalah pembawa petunjuk yang diutus oleh Allah untuk mengarahkan umat manusia kep...

Related Post