Showing posts with label A Minute to Pray. Show all posts
Showing posts with label A Minute to Pray. Show all posts

Sunday, June 18, 2023

Tujuan Penciptaan Alam Semesta

Alquran: Alam Semesta Diciptakan untuk Tujuan yang Benar

Alquran menjelaskan bahwa penciptaan alam semesta.

Alquran menjelaskan, penciptaan alam semesta, yakni langit dan bumi bukan untuk hal yang sia-sia atau main-main. Penciptaan alam semesta untuk tujuan yang benar, salah satunya agar manusia menyembah dan mengenal Allah melalui ciptaan-Nya. Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Anbiya Ayat 16 dan tafsirnya.

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ

Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main. (QS Al-Anbiya: 16)

Dalam Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak menciptakan langit dan bumi serta semua yang terdapat di antara keduanya dengan maksud yang sia-sia atau main-main. Allah menciptakan itu semua dengan tujuan yang benar, yang sesuai dengan hikmah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna.

Pernyataan ini merupakan jawaban terhadap sikap dan perbuatan kaum kafir yang mengingkari kenabian Nabi Muhammad SAW, serta kemukjizatan Alquran. Karena tuduhan-tuduhan yang dilemparkan kepadanya yaitu, bahwa Alquran adalah buatan Nabi Muhammad SAW, bukan wahyu dan mukjizat yang diturunkan Allah kepadanya.

Sikap ini menunjukkan bahwa mereka tidak mengakui ciptaan Allah, seakan-akan Allah menciptakan sesuatu hanya untuk main-main, tidak mempunyai tujuan yang benar dan luhur. Padahal Allah menciptakan langit, bumi dan seisinya, dan yang ada di antara keduanya, adalah agar manusia menyembah-Nya dan berusaha untuk mengenal-Nya melalui ciptaan-Nya itu.

Maksud tersebut baru dapat tercapai dengan sempurna apabila penciptaan alam itu diikuti dengan penurunan Kitab yang berisi petunjuk dan dengan mengutus para Rasul untuk membimbing manusia. Alquran selain menjadi petunjuk bagi manusia, juga berfungsi sebagai mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad SAW, untuk membuktikan kebenaran kerasulannya.

Oleh sebab itu, orang-orang yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad SAW adalah juga orang-orang yang menganggap bahwa Allah menciptakan alam ini dengan sia-sia, tanpa adanya tujuan dan hikmat yang luhur, tanpa ada manfaat dan kegunaannya.

Apabila manusia mau memperhatikan semua yang ada di bumi ini, baik yang tampak di permukaannya, maupun yang tersimpan dalam perut bumi itu, niscaya ia akan menemukan banyak keajaiban yang menunjukkan kekuasaan Allah.

Jika ia yakin bahwa kesemuanya itu diciptakan Allah untuk kemaslahatan dan kemajuan hidup manusia sendiri, maka ia akan merasa bersyukur kepada Allah, dan meyakini bahwa semuanya itu diciptakan Allah berdasarkan tujuan yang luhur karena semuanya memberikan faedah yang tidak terhitung banyaknya.

Bila manusia sampai kepada keyakinan semacam itu, sudah pasti ia tidak akan mengingkari Alquran dan tidak akan menolak kerasulan Nabi Muhammad SAW. Senada dengan isi ayat ini, Allah telah berfirman dalam ayat-ayat yang lain. 

"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka." (QS Sad: 27)

"Tidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan haq (benar), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS Ad-Dukhan: 39)


Sumber :

https://iqra.republika.co.id/berita/rfba7h313/alquran-alam-semesta-diciptakan-untuk-tujuan-yang-benar#:~:text=Penciptaan%20alam%20semesta%20untuk%20tujuan,Anbiya%20Ayat%2016%20dan%20tafsirnya.

Wednesday, April 5, 2023

Konsep Rumah Sakit Datang dari Islam

Banyak yang Tak Tahu, Konsep Rumah Sakit Datang dari Islam


Abad ke-6 sampai ke-11 adalah masa kejayaaan Islam. Ketika Eropa sedang mengalami masa kegelapan (Dark ages), yang ditandai dengan menguatnya peran gereja dan menghilangnya perkembangan pengetahuan, Islam tampil sebagai 'sang pencerah' dari Timur. 

Dalam kurun waktu tersebut terjadi proses Islamisasi yang membuat Islam menyentuh berbagai wilayah lain di Jazirah Arab. Dampak dari proses Islamisasi ini adalah munculnya orang-orang yang kemudian menjadi cendekiawan Muslim.

Mereka muncul sebagai hasil dari kegiatan penerjemahan dan penyerapan karya filosofis dan ilmiah Barat.  Jadi, karya-karya yang terlupakan itu adalah 'santapan' orang-orang Muslim. 

Puncak proses penerjemahan itu terjadi saat mereka mendirikan Bait-ul Hikmah atau Rumah Kebijaksanaan di Baghdad pada 830 M. Rumah itu berisi perpustakaan besar yang mengoleksi ribuan buku, dari mulai sains hingga filsafat. 

Karena berisi pusat ilmu pengetahuan, maka perpustakaan itu menjadi arena diskusi para cendekiawan. Dari sinilah mereka kemudian membuat banyak kemajuan ilmiah dan teknologi penting dalam matematika, astronomi, kimia, dan berbagai ilmu lain. 


Islam dan Konsep Rumah Sakit

Ahmed T. Kuru dalam Islam, Otoritarianisme, dan Ketertinggalan (2021) menyebut kunci sukses pengembangan pengetahuan oleh umat Muslim disebabkan karena mereka tidak dekat dengan penguasa. Mereka berdiri independen dan hanya didukung oleh kaum borjuasi Islam atau pedagang. Sebab, penguasa dipandang otoriter dan korup, sehingga dapat menghambat pengembangan pengetahuan. 

Dalam riset "How Islam Changed Medicine" (2005), salah satu karya besar dari orang Muslim yang dihasilkan dalam kurun tersebut adalah konsep praktis medis. Sebelum Islam, perawatan medis dilakukan oleh pendeta di sanatorium dan paviliun tempat ibadah. Barulah setelahnya, Islam memperkenalkan konsep rumah sakit yang berisi bangsal terpisah antara pria dan wanita, rekam medis, dan apotek.

Salah satu tokoh Muslim yang berpengaruh luas adalah Ibnu Sina alias Avicenna. Dia membuat pemahaman baru tentang penyembuhan pasien, bahwa untuk menyehatkan kembali orang sakit diperlukan kolaborasi antara obat-obatan, sisi psikologis, kesehatan fisik, dan gizi. Ini mengubah pandangan kuno Eropa yang hanya menekankan kesehatan fisik. 

Contoh ini hanyalah dua dari ribuan karya Islam yang tersebar luas mencerahkan kegelapan di Eropa. Saat proses Islamisasi berlangsung, terjadi pula perubahan paradigma pengetahuan. Secara langsung, Islam turut serta mengubah proses pengetahuan Barat yang tertinggal.

Namun, arus persebaran ini terhenti ketika peradaban Islam yang dibangun oleh bangsa Arab mengalami kemunduran usai serangan kelompok lain dan konflik internal. Satu per satu kekuasaan kelompok Islam di Eropa lepas. 


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230405105140-33-427503/banyak-yang-tak-tahu-konsep-rumah-sakit-datang-dari-islam?

Saturday, May 30, 2020

Abu Lahab dan Dr Gary Miller

REPUBLIKA.CO.ID, oleh: Syafii Maarif

Tersebutlah dalam riwayat tentang perubahan sikap drastis Abu Lahab (nama aslinya `Abd al-`Uzza/hamba berhala al-`Uzza) terhadap kemenakannya, Muhammad. Saat sebelum di angkat menjadi rasul, Abu Lahab sangat menyayangi Muhammad karena diharapkan akan menjadi pengganti adiknya, Abdullah, yang wafat ketika kemenakannya itu masih berada dalam kandungan ibunya, Aminah.

Tetapi, sikapnya ini berubah 100 persen ketika Nabi Muhammad mulai memberi peringatan kepada keluarga terdekatnya akan kedatangan azab Allah SWT sesuai dengan perintah wahyu dalam surat al-Syu'ara ayat 214, "Dan, berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat."

Suatu hari pada tahun 611, untuk memenuhi perintah ayat itu Nabi Muhammad keluar dari tempat tinggalnya menuju Bukit Shafa guna menyeru kerabatnya agar berkumpul di sana. Setelah mereka datang, Nabi langsung memberi peringatan, "Wahai kerabatku (sambil menyebut semua nama ayah dari sukunya), datanglah ke sini." Mereka bertanya, "Ada apa?" Nabi menjawab, "Jika aku katakan kepadamu bahwa musuh ada di seberang bukit sana yang sedang mengintai untuk menyerbumu di waktu pagi atau petang, apakah kalian percaya?"

Karena Muhammad sejak muda sudah dikenal sebagai al-amin (terpercaya), tak pernah berdusta sepanjang hidupnya, mereka menjawab, "Tentu kami percaya." Lalu, isi peringatan itu segera disampaikan, "Sesungguhnya, aku adalah seorang pemberi peringatan (nadzir) bagimu sebelum azab yang dahsyat menimpamu." Ternyata di antara keluarga yang hadir itu adalah pamannya, Abu Lahab, seorang kaya yang pongah, yang dengan bengisnya langsung berkata, "Hanya untuk ini sajakah engkau memanggil kami ke sini?"

Kemudian, diteruskan dengan hinaan yang sangat menyakitkan, "Tabban laka" (celakalah bagimu). Karena peristiwa ini, dendam Abu Lahab semakin tak terbendung lagi, tidak perduli bahwa yang dijadikan sasaran kebengisan itu adalah keponakannya sendiri yang oleh Allah telah dipilih jadi nabi dan rasul akhir zaman.

Kejadian inilah yang menjadi asbabu al- nuzul(penyebab turunnya) surat Makkiyah al- Lahab (Gejolak Api), terdiri dari lima ayat yang turun pa da tahun 611 yang memberitakan tentang kelakuan dan nasib akhir Abu Lahab bersama istrinya dengan nama julukan Umm al-Jamil (Ibu Kecantikan), tetapi kelakuannya direkamkan Al quran sebagai "pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut."

Nama asli Umm Jamil adalah Arwah binti Harb, saudara Abu Sofyan bin Harb dari Bani Umayyah. Nah, sekarang, apa pula kaitannya cerita Abu Lahab ini dengan Dr Gary Miller? Jika tak ada kaitannya, tentu "Resonansi" ini tidak akan diberi judul seperti di atas. Dr Miller adalah pendeta ahli matematika dan logika dari Universitas Toronto, Kanada. Dr Miller ingin sekali meneliti Alquran secara ilmiah untuk menemukan ke salahan dalam kitab suci umat Islam ini. Apa yang terjadi kemudian? Dr Miller gagal menemukan secuil kesalahan apa pun yang terdapat dalam Alquran.

Dalam artikelnya di bawah judul "The Amazing Quran," Dr Miller menulis, "Nabi Muhammad punya seorang paman bernama Abu Lahab. Orang ini pembenci Islam demikian rupa sehingga dia biasa mengikuti Nabi ke mana- mana untuk memojokkannya.

Jika Abu Lahab melihat Nabi berbicara kepada seorang yang asing, dinantikannya dulu sampai keduanya berpisah. Kemudian si asing itu ditemuinya sambil bertanya, `Apa yang dikatakan kepada engkau?' `Apakah dia mengatakan hitam?' `Itu sebenarnya putih.' `Apakah dia mengatakan pagi?' `Ya, itu sebetulnya, malam."

Pendek kata, Abu Lahab selalu memutar balik apa saja yang didengar si asing itu dari Muhammad dan orang Islam. Abu Lahab meninggal dalam suasana tekanan batin yang luar biasa sekitar 10 tahun setelah turunnya surat ini, pasca-Perang Badr (tahun kedua hijriah), karena harapannya tumbang sudah bagi kemenangan pasukan Quraisy yang ingin menghancurkan Islam sekali dan untuk selama- lamanya.

Bagi Dr Miller, nasib nahas yang menimpa Abu Lahab yang sudah diberitakan jauh sebelumnya dalam surat al-Lahab di atas sungguh sangat mencengangkan. Mengapa? Karena, tak mungkin seorang Nabi meramalkan nasib pamannya itu jauh sebelum akhir hidup yang dramatis itu menimpa Abu Lahab. Pasti berita itu berasal dari langit yang tak pernah salah.

Inilah salah satu penyebab mengapa Dr Miller menjadi seorang Muslim pada 1978 dengan nama Arabnya Abdul-Ahad Omar.  Dalam "The Amazing Quran", Anda akan dapat mengikuti hasil penelitian Dr Miller tentang betapa dahsyatnya Alquran itu menantang logika manusia untuk mencari kesalahan di dalamnya. Bagi Dr Miller, Alquran tak mungkin dikarang manusia manapun sepanjang sejarah peradaban dari dulu, kini, dan di masa depan. Para pembaca dapat menghubungi Bung Miller ini melalui gmiller@kfupm.edu.sa.

Batin ini merasa terpukul dan malu pada Dr Miller yang menemukan kebenaran setelah melakukan penelitian empiris yang sangat serius, padahal saya tak pernah punya penelitian apa-apa tentang Alquran ini!


Sumber :
https://republika.co.id/berita/m80dhc/abu-lahab-dan-dr-gary-miller

Apakah Nabi Muhammad adalah Pendusta atau Gila?

Salah satu cara mengetes kebenaran dari orang yang mengaku sebagai nabi adalah dengan menganalisis kehidupan orang tersebut. Jadi kita akan meneliti kehidupan Nabi Muhammad S.A.W.

Ada tiga kemungkinan dalam kasus ini:

KEMUNGKINAN PERTAMA adalah orang tersebut pembohong dan dia sengaja menipu orang. Layaknya seorang pembohong, seiring berjalannya waktu kebohongannya akan terlihat oleh orang lain, maka dari itu dia harus melakukan sesuatu untuk menutupi kebohongannya.

KEMUNGKINAN KEDUA adalah orang ini jujur dan benar-benar percaya bahwa dia menerima wahyu dari Tuhan, tapi dia berhalusinasi. Dia mungkin menderita semacam penyakit kejiwaan, tapi orang itu dengan jujur dan benar-benar percaya bahwa dia adalah utusan Tuhan, bukan bermaksud untuk menipu. Dan orang semacam ini juga akan terlihat kepribadian yang sebenarnya seiring berjalannya waktu.

KEMUNGKINAN KETIGA adalah tentu saja orang itu memang benar-benar menerima wahyu dari Tuhan.

Kita akan meneliti kehidupan Nabi Muhammad S.A.W. kemudian selanjutnya kita akan mulai membahas argumen dari musuh-musuh Islam tentang Nabi Muhammad.

Dan orang yang pertama kali menulis buku untuk menentang Islam adalah John dari Damaskus yang menulis sebuah buku untuk menentang Nabi Muhammad. Bahkan tulisan John dari Damaskus ini masih ada sampai sekarang.

John dari Damaskus menyatakan bahwa Nabi Muhammad hanya mengarang Islam, dia seorang pembohong, dan untuk menjelaskan informasi yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an, John dari Damaskus mengatakan bahwa Nabi Muhammad mendapatkannya dari pendeta-pendeta yang ahli dalam bidang sejarah.

Namun, beberapa penulis modern telah melakukan pendekatan yang sama tapi mereka mengemukakan teori pertengahan yang kita sebut dengan "teori garis perak". Mereka mengatakan bahwa Muhammad S.A.W.-lah yang menciptakan Islam tapi tujuannya baik. Dia mengarangnya karena kaumnya sedang dalam kondisi buruk dan dia ingin melakukan perubahan terhadap kondisi itu, jadi dia memutuskan bahwa menyembah Tuhan yang hanya satu dan membuang penyembahan terhadap berhala adalah cara terbaik untuk melakukan perubahan.

Tapi hal ini masih meninggalkan pertanyaan tentang bagaimana mungkin Muhammad S.A.W. mendapatkan informasi yang terkandung dalam Alquran? Karena apabila Muhammad s.a.w adalah pengarangnya, dia pasti mendapatkan informasi ini dari suatu tempat.

Penulis lainnya melakukan pendekatan yang berbeda. Mereka menyelidiki kehidupan Nabi Muhammad dan mereka mengatakan bahwa segala yang dapat kita lihat tentang Nabi Muhammad dari karakternya, dari kepribadiannya yang dia tunjukkan kepada orang-orang di sekitarnya menunjukkan bahwa orang ini benar-benar percaya bahwa dia adalah utusan Tuhan karena dia tidak berperilaku dan tidak memiliki sifat layaknya seorang penipu.

Bahkan, dia dikenal di kalangan kaumnya karena sifat terpercaya dan kejujurannya. Bahkan julukan yang diberikan orang-orang Pagan Arab (Orang-orang Arab penyembah berhala) sebelum dia mengakui kenabiannya adalah Al-Amin yang berarti orang yang jujur dan dapat dipercaya. Dan karakteristik ini terus ditunjukkan Nabi Muhammad sepanjang hidupnya. Kita tidak menemukan kepribadian ganda atau tipu daya dalam kepribadiannya. Jadi mereka mengatakan “Tidak mungkin Nabi Muhammad seorang pembohong, dengan begitu kami percaya bahwa dia menderita penyakit jiwa yang membuatnya percaya bahwa dia adalah seorang nabi, meskipun dia adalah seorang yang jujur.”

Sekarang, yang membuatnya menarik adalah ketika kita membawa kedua penjelasan ini dalam kehidupan nabi Muhammad, maka kita akan menemukan masalah. Dan masalahnya adalah ketika kita membandingkannya satu sama lain, sebenarnya ini saling bertentangan satu sama lain.

Jadi ada tiga masalah disini: Apabila kita ingin mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah pembohong, maka kita harus bisa menjelaskan darimana informasi dalam Alqur’an berasal. Kita harus menjelaskan pengetahuan yang begitu menakjubkan tentang teologi, filosofi, hukum, agama, sejarah, ilmu pengetahuan, dan semuanya dijabarkan secara jelas di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Darimana pengetahuan dan informasi ini berasal? Mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad S.A.W belajar dari seseorang dan berbohong dengan mengatakan bahwa ini berasal dari Tuhan. Tapi pada kenyataannya Nabi Muhammad S.A.W. adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya. Jadi dengan kata lain, mereka harus mengatakan di satu sisi bahwa dia pembohong, namun kepribadian Nabi Muhammad yang ditunjukkan di sepanjang hidupnya menunjukkan bahwa dia bukanlah tidak mungkin seorang pembohong.

Masalah kedua, mereka harus mengatakan bahwa dia sakit jiwa karena itulah satu-satunya cara mereka dapat menjelaskan kejujuran dan sifat dapat dipercaya yang ditunjukkan Nabi Muhammad di sepanjang hidupnya. Namun yang jadi masalah adalah, darimana informasi yang akurat dalam Quran tentang teologi, filosofi, hukum, agama, sejarah, ilmu pengetahuan, dan semuanya berasal apabila dia seorang gila? Apakah orang gila bisa menulis sebuah karya luar biasa seperti Quran? Bahkan orang-orang Arab di zaman itu terpukau dengan ayat-ayat Quran, mereka berbondong-bondong masuk Islam hanya dengan mendengarkan Quran.

Masalah ketiga, tentu saja seseorang tidak dapat menjadi pembohong dan menderita sakit jiwa pada saat yang bersamaan, kita hanya bisa memilih salah satunya, tapi mereka butuh keduanya (pembohong sekaligus sakit jiwa) untuk menjelaskan kehidupan nabi Muhammad.

Saya akan menjelaskannya lebih jauh. Jika anda sakit jiwa dan anda berpikir bahwa anda adalah utusan Tuhan, ketika seseorang bertanya pada anda, anda tak berpikir “Oh, biarkan aku berpikir dan bertanya dulu pada orang yang memberiku informasi" entah itu seorang rabbi, pendeta, atau pengajar. Kalian tidak akan melakukannya karena kalian berpikir bahwa Tuhan akan mewahyukannya pada kalian. Jadi seorang yang berhalusinasi tidak akan mencari informasi dari tempat lain karena dia percaya bahwa Tuhan akan menjelaskannya pada mereka. Jadi disini kita melihat ketidakmungkinan dari kedua hal ini dalam waktu bersamaan.

Tentu saja cara untuk menyelesaikan teori yang berkonflik ini adalah bahwa informasi dari Alqur’an yang berhubungan dengan teologi, filosofi, sejarah, dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain ada karena pengetahuan ini berasal dari Tuhan. Dan kejujuran dan sifat terpercaya Nabi Muhammad ada karena dia memang utusan Tuhan. Faktanya, inilah cara yang paling masuk akal untuk menyelesaikan kedua teori yang bertentangan ini Yaitu dengan menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad memang benar-benar utusan Tuhan.

Sekarang saya hanya ingin menggunakan tiga kejadian dalam kehidupan nabi Muhammad untuk membuktikannya. Tentu saja ada begitu banyak kejadian yang dapat kita gunakan untuk membuktikannya, bahkan saya menganjurkan anda untuk membaca sejarah kehidupan nabi Muhammad yang dapat dipercaya dan ditulis oleh seorang muslim. Saya yakin jika anda bersikap jujur dan tulus pada diri anda sendiri, maka anda akan percaya bahwa Muhammad S.A.W. benar-benar utusan Tuhan.

Saya ingin mengambil beberapa contoh. Contoh pertama yang ingin saya ambil adalah pada awal-awal masa Islam, ketika Nabi Muhammad mulai berdakwah. Dan pemimpin dari orang Arab Pagan (orang Arab penyembah berhala) mulai menyadari bahwa Nabi Muhammad akan terus berdakwah, bahkan makin banyak orang-orang yang menjadi muslim dari kalangan budak, wanita, dan kaum miskin karena merekalah orang-orang yang paling tertindas dalam kehidupan masyarakat Arab Pagan.

Jadi paman Nabi Muhammad yaitu Abu Jahal mulai melihat bahwa Islam mempunyai potensi untuk merusak keseluruhan struktur sosial dan status quo mereka. Jadi dia memberi penawaran kepada Nabi Muhammad. Dia berkata, “Jika yang kau inginkan dengan menyerukan orang-orang ke dalam agama Islam adalah untuk menjadi raja kami, maka kami akan menjadikanmu raja kami. Jika yang kau inginkan adalah uang, dengan begitu kami akan membuatmu menjadi orang terkaya di antara kami. Jika kau menginginkan wanita, siapapun wanita cantik yang anda inginkan dari suku Quraisy akan kami nikahkan denganmu. Dan jika kau menderita suatu penyakit jiwa dimana kau merasa ada roh yang merasukimu, maka kami akan memberikanmu berapapun uang yang dibutuhkan dan melakukan apapun yang kami bisa hingga kau sembuh dari penyakit ini."

Jadi jika kita memikirkan tentang tawaran ini, setiap tawaran yang bersifat duniawi ditawarkan disana. Jika Nabi Muhammad termotivasi oleh segala keinginan duniawi atau hasrat duniawi, pastinya dia telah menerima tawaran mereka dan merasa puas. Tapi apa jawaban Nabi Muhammad S.A.W.? Dalam salah satu buku sirat rasul disebutkan, “Wahai pamanku, jika kau memberikan matahari di tanganku dan bulan di tangan yang lainnya, aku tidak akan berhenti menyerukan pesan ini (menyerukan orang-orang ke dalam Islam).” Atau di lain waktu, dia berkata kepada pamannya, “Aku tidak dapat berhenti menyerukan pesan dalam agama ini, meskipun jika harus membawa obor ke matahari dan menyalakannya.” Jadi jelas, Nabi Muhammad tidak termotivasi oleh hasrat duniawi.

Dan sekali lagi kita harus mengajukan pertanyaan, apakah ini kelakuan seorang pendusta? Apakah ini kelakuan dari seorang yang sakit jiwa?

Dan kejadian lain yang ingin kami kisahkan adalah ketika Nabi Muhammad S.A.W. secara terang-terangan mulai memanggil orang-orang untuk masuk Islam. Sebuah hal yang luar biasa terjadi ketika dia berdiri di puncak sebuah bukit di Mekkah yang disebut bukit Saffar. Pada masa itu, bukit Saffar adalah tempat dimana seseorang akan pergi dan berdiri di puncak bukit ini dan berseru kepada orang-orang jika Mekkah sedang diserang, untuk memberi peringatan bahwa kota Mekkah dalam keadaan bahaya. Jadi Nabi Muhammad pergi ke puncak bukit ini dan mulai berseru memanggil orang-orang. Sehingga orang-orang dari setiap suku datang, dan jika pemimpin suatu suku tidak datang, maka mereka akan mengirim perwakilan.

Jadi ketika orang-orang telah berkumpul di hadapannya, Nabi Muhammad mulai menyebutkan nama suku-suku yang ada di Mekkah satu per satu “Wahai suku A dan B, wahai suku C dan D” Kemudian dia berkata “Aku telah datang untuk memperingatkanmu dari hukuman Tuhan yang sangat buruk.” Ketika salah satu paman Nabi Muhammad yang bernama Abu Lahab mendengarnya, dia mulai menghina Nabi, “Hai Muhammad, semoga wajahmu tertimbun pasir, inikah alasanmu membuang-buang waktu kami? Kami seharusnya telah mendapat uang di pasar dan kau membuang-buang waktu kami untuk mendengarkan ocehanmu ini?” Dan pada saat itu, sebuah ayat Al-Qur’an turun, yang berbunyi “Tabbat yada abi lahabiw watab...” makna dari ayat ini jika diterjemahkan kira-kira adalah “Wahai Abu Lahab dan istrimu, kalian berdua akan berada dalam api neraka karena kalian kafir.”

Abu Lahab adalah seseorang yang tidak menyetujui apapun yang nabi Muhammad S.A.W. katakan. Bahkan, ketika nabi Muhammad S.A.W. mencoba menyerukan orang-orang agar masuk Islam, Abu Lahab sering mengikutinya dari belakang dan berkata “Muhammad adalah pembohong, orang ini mencoba menyesatkanmu, jangan dengarkan perkataannya, akankah kau meninggalkan agama leluhurmu hanya karena ocehan Muhammad?”

Jadi setiap kali Nabi Muhammad S.A.W. mencoba untuk memanggil orang-orang kepada keindahan agama Islam yang benar ini, maka Abu Lahab menentangnya. Padahal Abu Lahab dapat menghancurkan Islam hanya dengan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Kemudian dia dapat mengatakan “Aku seorang muslim sekarang, apa yang akan kau lakukan dengan ayat Al-Qur’an yang mengatakan aku akan mati dalam kekafiran dan berada dalam api neraka?” Nyatanya selama sepuluh tahun, ayat Alqur’an ini dan Abu Lahab hidup berdampingan tapi dia tidak pernah mengucapkan syahadat.

Akankah seorang pendusta bersikap seperti itu? Akankah seseorang yang mengarang-ngarang sesuatu mulai menyebarkan kebohongan dengan risiko yang begitu besar? Seseorang yang berbohong dan menipu akan sangat berhati-hati ketika memanipulasi sesuatu, tapi ayat dari Al-Qur’an ini menunjukkan kejujuran, ketulusan hati, dan kebenaran pesan Islam, yaitu untuk beriman kepada Allah dan Rasulnya atau kalian akan menerima azab dari Allah. Ketika Abu Lahab memprotes dan mulai menghina, maka ayat ini datang dari Allah kepada Nabi Muhammad. Jika anda hanya ingin menipu orang, saya rasa anda tidak akan melakukan hal ini, karena Abu Lahab bisa saja berpura-pura masuk Islam untuk mematahkan kebenaran ayat Al-Qur'an tersebut.

Jadi ketika kita melihat kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad, kita tidak melihat karakteristik seorang penipu dan pembohong, tapi ketika kita meneliti Al-Qur’an, maka terkandung begitu banyak informasi-informasi yang menakjubkan, dan bahkan terdapat ayat-ayat yang menjelaskan fakta-fakta ilmiah yang baru saja ditemukan pada abad ini.

Sekarang ada satu lagi kejadian yang ingin saya sampaikan yang merupakan bukti yang kuat bahwa Nabi Muhammad pasti seorang utusan Allah. Dan ini terjadi beberapa tahun berikutnya ketika beliau berada di Madinah.

Nabi Muhammad S.A.W ingin mempunyai anak dan akhirnya dia dianugerahi seorang anak yang rupawan bernama Ibrahim. Tapi ketika Ibrahim baru berumur enam bulan, bayi ini meninggal di pelukan Nabi Muhammad. Pada hari yang sama, ada gerhana matahari terjadi. Bayangkanlah, anak Nabi Muhammad meninggal dan pada hari yang sama terjadi gerhana matahari!

Di zaman itu, orang-orang masih sangat percaya pada hal supernatural, sehingga mereka mulai keluar dari rumah-rumah mereka ketika mendengar kabar ini dan mereka menyaksikan gerhana matahari. Mereka berkata “Lihatlah, bahkan matahari menjadi gelap karena kematian anak Nabi Muhammad.”

Sekarang bayangkan, jika anda telah menghabiskan sekian tahun berbohong kepada orang-orang, mencoba menipu mereka atas nama Islam, tentu anda akan mengatakan, “Lihatlah, sudah kubilang pada kalian, ini adalah bukti dari Tuhan." Atau jika anda sakit jiwa anda akan mengatakan “Ya, inilah tanda dari Tuhan untuk menunjukkan bahwa aku adalah utusan-Nya.” Tapi apa yang Nabi Muhammad lakukan? Dia malah berkata pada mereka, “Ini hanyalah matahari dan bulan. Mereka terjadi karena kehendak Allah, proses alami yang telah Allah ciptakan. Gerhana matahari atau gerhana bulan tidak terjadi karena kematian atau kelahiran dari siapapun, jadi ketika kalian melihat ini, berdoalah kepada Allah.”

Apakah ini kata-kata dari orang yang sakit jiwa atau pembohong? Tentu tidak, inilah kata-kata dari orang yang sepenuhnya jujur, seorang utusan terakhir yang juga merupakan rasul penutup dari Tuhan, yang membawa petunjuk bagi umat manusia hingga hari kiamat.

Dan dari tulisan ini, semoga anda dapat meneliti dan membaca Al-Qur’an, belajar tentang kehidupan Nabi Muhammad, bersikap jujur, maka kami yakin bahwa anda akan menerima kenyataan bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Allah Sang Pencipta dan Nabi Muhammad S.A.W. adalah Rasul penutup dan terakhir dari Allah. Semoga rahmat Allah dilimpahkan pada anda dan semoga Dia menuntun kita ke dalam agama kebenaran.

Assalammualaikum wr. wb.


Sumber :
https://www.facebook.com/LampuIslam/posts/apakah-nabi-muhammad-adalah-pendusta-atau-orang-gilakemarin-saya-sudah-menerjema/941567712556497/

Sunday, June 16, 2019

Shalat Sunnah Rawatib

Salat Rawatib adalah salat sunah yang dilakukan sebelum atau sesudah salat lima waktu. Salat yang dilakukan sebelumnya disebut salat qabliyah, sedangkan yang dilakukan sesudahnya disebut salat ba'diyah.

Salat sunah rawatib ini terbagi dua bagian, yaitu sunah muakkad dan sunah ghairu muakkad. Salat sunah rawatib muakkad amat besar kemuliaannya dan dijanjikan ganjaran yang besar apabila menunaikannya.


Jumlah raka'at salat rawatib adalah sebagai berikut.

Shubuh : 2 raka'at (Q)
Dzuhur : 4 raka'at (Q), 2 raka'at (B)
Ashar :
Maghrib : 2 raka'at (B)
Isya'  : 2 raka'at (B)


Niat shalat sunnah rawatib sebelum shalat subuh, adalah:
USHALLII SUNNATASH SHUBHI RAK'ATAINI QABLIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya: "Aku (niat) shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."


Niat shalat sunnah rawatib setelah shalat isya, adalah:
USHALLII SUNNATAL 'ISYAA'I RAK'ATAINI BA'DIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya: "Aku (niat) shalat sunat ba'diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’ala."


Beberapa keutamaan shalat sunnah rawatib menurut hadits.

At-Tarmidzi dan An-Nasa'i meriwayatkan hadits yang mengatakan bahwa, dari 'Aisyah radiyallahu'anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada shalat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga..." (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa'i no. 1794)

Aisyah radhiyallahu 'anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang shalat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda, "Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya". Dalam riwayat yang lain, "Dua raka'at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya" (HR. Muslim no. 725)

Ummu Habibah radhiyallahu'anha telah meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur. Dia berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menjaga (shalat) empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka". (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa'i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)


Sumber foto :
https://www.gomuslim.co.id/

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Rawatib
https://www.liputan6.com/citizen6/read/3651215/niat-shalat-sunnah-rawatib-waktu-pelaksanaan-dan-keutamaannya

Tuesday, May 14, 2019

Doa Sesudah Makan

Doa Sesudah Makan

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

Alhamdu lillaahil ladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alnaa muslimiin

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kami dan minuman kami, serta menjadikan kami sebagai orang-orang islam"


Sumber :
http://www.doaharianislami.com/2017/06/kumpulan-doa-sehari-hari-lengkap-dalam-bahasa-arab-latin-dan-artinya.html

Monday, May 13, 2019

Doa Sebelum Makan

Doa Sebelum Makan

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Alloohumma barik lanaa fiimaa razatanaa waqinaa 'adzaa bannar

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka"


Sumber :
http://www.doaharianislami.com/2017/06/kumpulan-doa-sehari-hari-lengkap-dalam-bahasa-arab-latin-dan-artinya.html

Sunday, May 12, 2019

Doa Penutup

Bagian terakhir dari kumpulan doa-doa setelah shalat yaitu penutup. Bagian penutup ini biasa berisi shalawat Nabi dan bacaan tahmid.

Berikut bacaanya,

وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya; ‘’Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.’’


Sumber :
https://zakat.or.id/bacaan-doa-doa-setelah-sholat/

Saturday, May 11, 2019

Doa Bahagia Dunia Akhirat

Urutan doa-doa setelah shalat selanjutnya yaitu doa bahagia dunia akhirat. Doa ini biasa disebut sebagai doa sapu jagat. Karena menurut jumhur ulama’ doa ini mencakup seluruh permintaan manusia di dunia maupun di akhirat (tebuireng.online). Doa ini ada dalam QS.Al-Baqarah; 201.

Berikut bacaanya,

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya;  “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka”.

Friday, May 10, 2019

Doa Selamat Dunia Akhirat

Urutan selanjutnya dalam kumpulan doa-doa setelah shalat yaitu doa selamat dunia akhirat. Doa ini sangat ringkas dan pokok dari berbagai doa (almunawwir.net). Berikut doanya,

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya; ‘’Wahai Allah, Sesungguhnya kami memohon kepadaMu, kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (Berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab.Ya Allah, janganlah Kau goyahkan hati kami setelah Kau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.’’


Sumber :
https://zakat.or.id/bacaan-doa-doa-setelah-sholat/

Thursday, May 9, 2019

Sholawat kepada Nabi

Urutan kedua doa-doa setelah shalatadalah membaca shalawat Nabi. Bacaan shalawat selalu diikutsertakan dalam doa, karena sebagai penghormatan kepadan Nabi serta memohon syafaatnya. Bagian ini juga berisi doa memohon perlindungan dari keburukan hingga meminta hajat.

Berikut bacaan shalawat dalam doa-doa setelah shalat,

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ.


Artinya; ‘’Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya.’’


Sumber :
https://zakat.or.id/bacaan-doa-doa-setelah-sholat/

Wednesday, May 8, 2019

Tahmid, Memuji dan Bersyukur kepada Allah

Pertama kali yang perlu dibaca dalam urutan doa-doa setelah shalat yaitu tahmid. Karena dalam berdoa, seorang hamba merasa tidak ada yang memberikan kenikmatan apapun kecuali Allah. Dengan bertahmid, kita sedang memuji kesucian Allah dan bersyukur kepada-Nya.

Berikut bacaanya,

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Artinya; ‘’Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu’’


Sumber :
https://zakat.or.id/bacaan-doa-doa-setelah-sholat/

Tuesday, May 7, 2019

Doa Buka Puasa

Setelah seharian berpuasa merasakan lapar dan dahaga terutama menahan hawa nafsu yang membatalkan puasa, ketika berkumandang azan magrib, Anda disunatkan untuk segera berbuka puasa.

Berikut lafadz doa berbuka puasa :

َللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

ALLAAHUMMA LAKASUMTU WABIKA AAMANTU WA'ALAA RIZQIKA AFTHORTU BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN

Artinya :
Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.


Sumber :
https://www.kembar.pro/2018/04/niat-puasa-ramadhan-dan-doa-buka-puasa.html

Monday, May 6, 2019

Doa Niat Puasa Ramadhan

Mengucapkan doa niat sebelum menjalankan puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib. Berikut lafadz doa niat puasa Ramadhan :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA GHODIN 'AN ADAA'I FARDHI SYAHRI ROMADHOONA HAADZIHIS SANATI LILLAHI TA'ALA

Artinya :
Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.


Sumber :
https://www.kembar.pro/2018/04/niat-puasa-ramadhan-dan-doa-buka-puasa.html

Semua Nabi adalah Jalan Kebenaran sebagai Jalan yang Lurus

Semua Nabi adalah Jalan Kebenaran Menuju Tuhan. Semua nabi adalah pembawa petunjuk yang diutus oleh Allah untuk mengarahkan umat manusia kep...

Related Post