Thursday, March 17, 2016

Angelina Sondakh Jadi Muslimah

Angelina Sondakh, dari Penganut Kristen yang Taat, Hadapi Ujian Berat, kini Jadi Muslimah Menutup Aurat

17 Mar 2016

Penjara, terkadang adalah tempat memperbaiki diri yang sangat ampuh bagi seseorang.  Hal itu sebagaimana yang dialami Angelina Sondakh.

Untuk diketahui, wanita kelahiran Australia, 28 Desember 1977 itu memiliki nama lengkap Angelina Patricia Pingkan Sondakh, yang  berasal dari keluarga Kristen yang taat. Ia merupakan putri dari pasangan Prof Dr Lucky Sondakh dan Sjul Kartina Dotulong.

Meski sejak kecil menganut agama Kristen dan sekolah di lingkungan Kristen, Angie kemudian memutuskan menjadi muallaf, ketika menikah dengan Adjie Massaid.

Mantan Puteri Indonesia tahun 2001 itu harus menghadapi ujian berat bertubi-tubi, setelah sang suami tercinta, Adjie Masaid wafat, ia harus mendekam di terali besi sejak tahun 2012 silam. Awalnya, Mahkamah Agung memvonis Angelina dengan hukuman 12 tahun penjara, namun di awal 2016 kemarin, bebannya diringankan sehingga jadi 10 tahun saja.

Tak hanya itu, selama empat tahun dipenjara, wanita asal Manado, Sulawesi Utara itu pun harus menerima beragam fitnah yang dialamatkan pada dirinya. Fitnah yang paling sensitif adalah ketika Angelina Sondakh dan putra semata wayangnya, Keanu Jabar Massaid, buah pernihakan dengan Adjie Massaid digosipkan media Kristen telah kembali memeluk agama Kristen Protestan.

Namun, kunjungan artis Maia Estianty membesuk Angelina Sondakh, di Rumah Tahanan Negara Klas II A, Jakarta Timur, Senin (7/3/2016).

Lewat akun Instagramnya, @maiaestiantyreal, mantan istri Ahmad Dhani itu menceritakan kisah mengejutkan, kehidupan Anggie di balik jeruji besi. Dengan panjang lebar, Maia menceritakan perubahan penampilan Anggie.

Dengan tulisan berbahasa Inggris, Maia bercerita, Anggie begitu sabar mengahadapi cobaan.

“Hari ini saya mengunjungi teman saya di penjara di Jakarta Timur, sebagai teman saya harus mendukungnya saat dia sedih. Dukungan dan motivasi dari keluarga sangat berarti bagi Angelina Sondakh. Anak Anggie juga selalu mengunjunginya, itu berarti banyak waktu buatnya untuk menjadi dekat dengan teman-temannya dan keluarga. Setiap kali saya mengunjunginya, saya selalu membawa EMK Beverly Hills, produk perawatan kulit untuk Anggie. Sejak Anggie menghabiskan waktu di penjara, dia menjadi seorang wanita yang sangat setia dan sangat religius (salut padanya). Dia juga memberikan contoh sangat bagus untuk semua tahanan, dia berbagi hal-hal yang baik dan membantu para tahanan, untuk menghabiskan waktu luang di penjara. Salut atas kesabaran dan tetap kuat sahabatku Anggie???? …;,” tulisnya.

Tak hanya itu, Maia juga secara tak langsung mengklarifikasi isu yang paling sensitif, bahwa Angelina Sondakh, kembali memeluk agama Kristen.

Sebaliknya, Angie kini justru menjadi sosok yang lebih religius. Tak hanya mulai menutup aurat dengan hijab, Anggie kini juga rajin membaca Al Quran.

“Seorang Anggelina Sondakh, mualaf, sudah 4 tahun menjalani kehidupan di penjara, saya salut dengan dia yang sekarang menjadi sangat religius, khatam Alquran berkali2, fasih membaca huruf Arab, sering menjadi imam sholat, dan tertutup rapat dengan jilbab. MasyaAllah… Ketika Allah menjamah umatnya dengan hidayahNya… (di dalam keburukan pasti ada kebaikan, kita tdk pernah tau maksud Allah kepada umatNya)..” tulis Maia lagi.

Membaca tulisan Maia tersebut, netizen turut memberi dukungan kepada Angie agar tetap tegar.

Akun @jamia_fahro menulis komentar, “Subhanallah mba anggie…smoga istiqomah dan selalu sabar…insyaallah k dpn kehidupanmu indah krn Allah sllu bersamamu.”

Akun @anggun_mush menulis komentar, “Alhamdulillah 🙂 Mba Angie bsa mngambil hikmah atas kejadian yg menimpa hidupx dg slalu memperbaiki diri terus mnerus.. Krn d dunia ini ga ada manusia yg sempurna. Tp manusia bisa berusaha mndekati sempurna dg terus mmperbaiki diri jika salah & khilaf.”

Hingga berita ini dimuat, postingan Maia Estianty di Instagram telah dilike, lebih dari 23 ribu lebih netizen dan dikomentari 627 kali.


Sumber :
https://www.panjimas.com/inspirasi/2016/03/17/angelina-sondakh-dari-penganut-kristen-yang-taat-hadapi-ujian-berat-kini-jadi-muslimah-menutup-aurat/

Monday, January 18, 2016

Dian Sastro Masuk Islam

Kebahagiaan Dian Sastro Ketika Masuk Islam, Meski Ayahnya Buddha dan Ibunya Katolik

18 Jan 2016

Raut wanita dalam foto itu serius. Tampak tekun. Kepala berbalut kerudung, tertunduk. Mata terkunci ke bawah. Khusyuk. Tangan kanan menggenggam mic. Disodorkan ke bibir yang terlihat tengah membaca. Demikian dilansir posmetro.

Dia tak sendiri. Di samping kanan, duduk perempuan paruh baya. Juga berkerudung. Wanita berkaca mata itu memaku pandangan ke arah kiri. Mengamati wanita muda di samping dengan lekat.

“Khataman Qur’an dan pengajian sebelum akad..” Demikian bunyi kalimat yang tertulis di sebelah kanan foto kedua perempuan tersebut.

Dua perempuan dalam foto itu adalah Dian Sastrowardoyo dan sang bunda, Dewi Parwati Setyorini. Dian tengah membaca Alquran sebelum akad nikah. “Mama aku yang Katolik benar -benar supportif dan mendukung aku untuk khatamin Qur’an sebelum menikah..”

Gambar itu diambil sebelum pernikahan Dian dengan Maulana Indraguna Sutowo pada 2010. Kemudian diunggah ke Instagram melalui akun @therealdisastr pertengahan tahun lalu.

Dian dan sang bunda memang beda agama. Pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) ini memutuskan masuk Islam. Mengucap Syahadat pada tahun 2006. Tepat pada malam peringatan Isra Mi’raj.

Kala itu, nama Dian sudah gemilang. Dikenal luas sebagai artis papan atas. Sukses menjadi pelakon film dan juga bintang iklan. Sehingga keputusan menjadi mualaf menjadi perhatian banyak orang. Diberitakan berbagai media.

Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982, ini mengaku keputusan masuk Islam datang dari jiwa. Tak ada yang membujuk. Apalagi memaksa. “Dari hatiku sendiri,” tutur Dian saat diwawancara sebuah media.

Namun, proses mualaf itu butuh perjalanan panjang. Mungkin inilah yang ditiru oleh Dian dari sang ayah, Ariawan Sastrowardoyo. Dulu, sang ayah juga mengembara mencari jati diri, sebelum akhirnya memeluk Buddha.

“Mungkin oleh proses yang sama sekarang aku memeluk Islam. Sementara mamaku tetap Katolik,” ujar Dian.

Tapi Dia yakin, menjadi mualaf bukanlah pilihan salah. Keputusan ini benar. Dan dengarlah kebahagiaan Dian setelah memeluk Islam.

“Perasaanku lega. Karena aku masuk Islam bukan karena popularitas. Yang membuat aku memilih Islam karena aku ingin berserah diri dan pasrah kepada Allah.”

Sebagai seorang mualaf, Dian terus belajar. Memperdalam ilmu Islam. Berbagai buku dia lahap. Termasuk tuntunan salat. Selain itu, dia juga bertanya pada orang yang lebih tahu tentang Islam.

“Ada guru juga yang ngajarin, tapi lebih banyak aku baca buku.


Sumber :
https://www.panjimas.com/muslimah/2016/01/18/kebahagiaan-dian-sastro-ketika-masuk-islam-meski-ibunya-katolik/

Thursday, March 26, 2015

Berry Saint Loco Masuk Islam

Direstui Ibu Masuk Islam, Berry `Saint Loco` Terharu

Kamis, 26 Maret 2015

Tidak hanya keluarga. Rupanya sejumlah teman karibnya memberi dukungan penuh atas keputusan ini. Meskipun sekarang mereka beda keyakinan.

Vokalis grup band Saint Loco, Berry Manoch, mengaku tak mudah memutuskan menjadi mualaf. Keputusan itu menuai pro dan kontra. Dan banyak pendapat yang tidak setuju dengan keputusannya masuk Islam.

“ Jadi omongan dan kebanyakan tidak terima dengan apa yang saya putuskan,” tutur Berry saat berbincang dengan Dream.

Namun Berry bersyukur. Keputusan ini mendapat dukungan dari keluarga dekat. Terutama sang ibu. “ Alhamdulillah punya ibu yang sangat luar biasa. Awalnya beliau kaget, tapi pada akhirnya bisa merestui,” kata dia.

“ Itu yang membuat saya terharu banget,” tambah pria yang kini mengubah namanya menjadi Muhammad Berry Al Fatah itu.

Tidak hanya keluarga. Rupanya sejumlah teman karibnya memberi dukungan penuh atas keputusan ini. Meskipun sekarang mereka beda keyakinan.

“ Nah ini saya punya saudara yang luar biasa walaupun beda keyakinan justru yang paling menerima dan mendukung mereka. Awalnya kaget juga tapi intinya mereka sangat mendukung, saya bersyukur dari situ alhamdulillah,” ucap Berry. (Ism)

Baca Juga:
Takjub Kebenaran Alquran, Ilmuwan Biologi Peluk Islam
Peluk Islam, Vokalis `Saint Loco` Berjuang Belajar Salat
Pergolakan Hati Vokalis Saint Loco Sebelum Masuk Islam
Dzikir Bikin Tubuh Barry `Saint Loco` Bergetar
Kegiatan Vokalis 'Saint Loco' Setelah Mualaf
Jadi Mualaf, Barry 'Saint Loco' Ganti Nama
Vokalis `Saint Loco` Jadi Mualaf
Jadi Ateis 65 Tahun, Maryam Kini Seorang Muslimah

2 dari 4 halaman
Berjuang Salat
Dream - Berry Manoch telah menjadi mualaf. Vokalis grup `Saint Loco` itu mengaku mengenal Islam dari sahabat dekatnya Essa Muhammad, yang juga seorang mualaf.

“ Saya mengamati sosok Essa bagimana menikmati hidup dengan santai, dan tenang tidak seperti apa yang saya lakuin dulu,” tutur Berry saat berbincang dengan Dream.co.id di Jakarta.

Perubahan hidup Essa itulah yang membuat Berry tertarik mempelajari Islam. Semakin hari, Berry semakin penasaran dan tertarik untuk mengikuti ajaran Islam yang dijalankan Essa.

“ Mulai belajar salat, mengenal ilmu Tauhid dan hadis,” ungkap pemuda yang kini mengubah namanya menjadi Muhammad Beery Al Fatah itu.

Awalnya, tambah Berry, sangat sulit mempelajari Islam. Namun karena tekad bulat, dia terus belajar. “ Kurang lebih setengah bulan lancar salat dan surat pendek segala macam belum sampai sebulan,” kata dia.

“ Saya jadi terharu dengan waktu lumayan singkat bisa menghafal doa dan surat-surat untuk salat, bersykur banget,” tambah Berry. (Ism)


3 dari 4 halaman
Pergolakan Hati
Dream - Vokalis grup musik Saint Loco, Berry Manoch, mengalami pergolakan batin sebelum memutuskan masuk Islam. Berry sempat tak percaya dengan jalan yang dipilih. Namun, setelah belajar Islam, akhirnya hatinya mantap untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat.

“ Saya terharu dan pernah menangis di kamar lalu bertanya sama Essa [sahabat Berry], ada apa ini,” tutur Berry saat berbincang dengan Dream di Jakarta, Senin malam.

Berry mengaku sebelumnya sama sekali tak tahu soal Islam. Dia  mengenal Islam sebagaimana dicitrakan negatif oleh berbagai media di luar negeri. Namun setelah belajar Islam, dia mengakui bahwa pikiran itu ternyata salah.

“ Ternyata Islam yang diajarkan oleh Rasul ajaran kedamaian sejati, tidak seperti apa yang saya pernah pikirkan. Belajar dari ajaran sosok Rasul juga akhirnya mantap dan tidak menduga akan seperti ini di kehidupan saya,” ucap Berry.

Tak butuh waktu lama bagi Berry untuk menemukan Islam. Setelah dua setengah bulan belajar, keinginan untuk bersyahadat pun diwujudkan.

“ Saya berpikir mungkin ini hidayah dari Allah. Rasanya terasa masih seperti mimpi,” ujar pria yang kini menggunakan nama Muhammad Beery Al Fatah itu.


4 dari 4 halaman
Dzikir Bikin Bergetar
Dream - Keinginan Vokalis band Saint Loco, Barry Manoc memperdalam Islam sudah ada sejak dua bulan yang lalu. Hal ini dikatakan teman dekat Barry, Essa Muhammad. Seperti diketahui Barry mulai memeluk Islam sejak Jumat, 20 Maret 2015.

Esa mengatakan, Berry mengucapkan dua kalimat syahadat di Yayasan Indahnya Sedekah milik Essa Muhammad Foundation kawasan Jakarta Selatan.

" Tubuhnya gemetar, Alhamdulillah sekarang sudah mualaf. Sebenarnya dia tertarik untuk masuk islam dua bulan lalu, saya bilang pelajari dulu dan yakinkah hati," kata Essa saat berbincang dengan Dream.co.id.

Esa menambahkan, keputusannya memilih pindah keyakinan berasal dari dirinya sendiri. " Dia sendiri yang bilang ingin masuk Islam. Saya tidak mengajak atau memaksanya. Setelah dia mempelajari, dia pun yakin," tutur Essa.

Sejak menjadi mualaf, nama Barry pun berubah menjadi Muhammad Beery Al Fatah. Ketertarikan Berry dengan Islam diawali ketika dirinya mempedalam tentang dzikir.

" Saat dia belajar dizikir, Barry mengaku hatinya terenyuh. Kemudian dia menangis, tubuhnya semakin gemetar. Dia lalu ingat dengan dosa-dosanya, ingat kalau ada yang lebih besar dari dia. Di sini mungkin hidayah yang diterima kemudian memutuskan menjadi mualaf," ungkap Essa.

Jalan Barry menjadi mualaf diakui Essa bukanlah hal yang mudah. Pro dan kontra mewarnai perjalanan berhijrah pria yang pernah terkena siraman air keras ini.

" Sebelum masuk Islam, dia mengaku merasa tidak tenang. Terlebih saat musibah air keras itu, dirinya semakin berpikir mencari kenyamanan dan ketenangan hidup. Di sini Barry mulai ingin mengenal islam. Ada saja yang tidak suka, tetapi banyak juga yang mendoakan," kata Essa.

Tak hanya Barry yang menerima imbas berhijrah, Essa pun mengaku sering diteror yang diduga berasal dari penggemar atau orang terdekatnya.

" Saya juga diteror, bahkan diancam dibunuh. Mereka mungkin penggemar atau orang dekat Barry yang tidak suka, karena dulu dia itu pemuda yang taat dengan agama terdahulunya. Saya dibilang memaksa Barry jadi mualaf, padahal tidak," katanya.

Essa berharap hal ini tidak terus terjadi, " Keluarganya sudah tahu, ibunya Barry wanita yang bijaksana. Kaget sudah pasti, tetapi ibunya bilang kalau ini membuatnya bahagia ya jalanilah. Semoga tidak ada lagi yang menyalahkan orang lain atas hijrahnya Barry," harap Essa.


Sumber :
https://www.dream.co.id/showbiz/direstui-ibu-masuk-islam-berry-saint-loco-terharu-150326l.html

Wednesday, May 14, 2014

Tamara Bleszynski Jadi Mualaf

Tamara Bleszynski Jadi Mualaf dan Toleransi Beragama Keluarganya



14 Mei 2014

Tamara Bleszynski lahir dari seorang ayah beragama Katolik dan ibu yang beragama Islam. Di usia remajanya, Tamara memang memberikan perhatian kepada agama Islam. Saat sekolah di Australia, dirinya sudah mulai mempelajari Islam.

"Ketertarikan saya pada agama Islam, juga terpaut pada sisi ketaatan pemeluknya. Hal semacam ini menurut saya jauh berbeda dibanding dengan keyakinan saya yang lama. Saya juga penasaran dengan gambaran sosok Tuhan dan nabi dalam Islam. Saya mengamati, dalam agama lain, sosok Tuhan dan nabi digambarkan secara konkret. Walau pun demikian Tuhan dan Nabi sangat dekat dengan mereka, lebih dekat dari urat leher manusia," ujar Tamara.

Sampai akhirnya rasa ketertarikan dan penasaran itu membuat Tamara banyak mempelajari buku-buku tentang Islam. Selain itu, Tamara juga mempelajari kitab suci Al-Qur'an.

"Ternyata ajaran-ajaran Al Kitab itu ada juga dalam Al-Qur'an, seperti kisah Nabi Isa. Namun Al-Qur'an lebih komplit, dan sisi pandangannya berbeda dengan keyakinan yang selama ini saya anut. Setelah melalui proses pengamatan dan belajar selama beberapa bulan, akhirnya saya putuskan untuk memeluk agama Islam," ujar Tamara.

Tamara pun sempat mengonsultasikan keinginannya itu kepada kedua orangtuanya. Sambutan yang baik pun diterima Tamara dari orangtuanya.

"Keputusan itu membuat mama bahagia. Mama menyambut baik keputusan saya itu. Papa pun tak menghambat niat baik saya itu. Beliau memahami keputusan saya. Keluarga kami memang sangat demokratis,"ujarnya.

Meski seorang Katolik, ayah Tamara memang sudah lama tinggal di Indonesia dan memahami budaya kaum muslim. Tamara pun bercerita soal toleransi sang ayah kepada masyarakat muslim di sekitar tempat tinggalnya.

"Papa sering menyumbang untuk pembangunan masjid, dan pada bulan puasa papa suka menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa. Hal inilah yang membuat saya bangga kepada papa," cerita Tamara.

Menjadi seorang mualaf bagi Tamara tidak mudah begitu saja dijalaninya. Apalagi dirinya harus banyak mempelajari mengenai agama barunya. "Awalnya saya akui cukup berat melakukan penyesuaian dengan agama baru itu. Berbagai cara saya lakukan untuk mempelajari Islam, terutama shalat. Antara lain membaca berbagai buku yang berisi tuntunan shalat," ujar Tamara

Tamara pun bercerita soal kegiatannya dalam mempelajari tata cara shalat. Saat itu dirinya sempat menggunakan tape recorder dan earphone untuk diperdengarkan sambil shalat. "Tak sampai satu bulan saya sudah hafat semua bacaan dan gerakan shalat. Alhamdulillah, saya sudah dapat menjalankan shalat lima waktu," kenangnya.

Setelah menjadi mualaf, Tamara pun menceritakan perubahan-perubahan yang dialaminya. Salah satunya adalah soal rezeki. "Saya merasa rezeki yang diberikan Allah SWT setelah masuk Islam, lebih memadai. Inilah yang patut saya syukuri. Dan terbesar yang saya dapatkan adalah jodoh yang sesuai dengan doa saya selama ini," ujarnya.

Tak hanya soal rezeki yang menurutnya mengalami perubahan, Tamara juga meminta doa agar dirinya bisa mendapat jodoh yang bisa menuntunnya dalam mempelajari Islam.

"Saya berdoa agar dapat jodoh yang seiman dan mampu membimbing saya dalam beragama. Ternyata Allah mengabulkan doa saya. Saya mendapatkan seorang pemuda muslim dari keluarga keturunan Arab-Aceh. Namanya Teuku Rafli Pasha," pungkasnya.


Sumber :
https://www.liputan6.com/showbiz/read/2049733/tamara-bleszynski-jadi-mualaf-dan-toleransi-beragama-keluarganya?utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.0&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F

Tuesday, April 23, 2013

Arnoud Van Doorn Masuk Islam

Penghina Nabi Muhammad Kini Masuk Islam: Maafkan Saya...

23 Apr 2013

Arnoud Van Doorn, mantan politisi Belanda yang anti-Islam, sekaligus eks anggota terkemuka partai sayap kanan yang dipimpin Geert Wilders, menjadi mualaf.

Seperti dimuat Saudi Gazette, Selasa (23/4/2013), kini ia makin memantapkan langkahnya sebagai seorang muslim dengan mengunjungi makam Nabi Muhammad di Madinah. Di sana, ia salat dan memohon maaf karena menjadi bagian dari film yang menghujat Islam dan Rasulullah, "Fitna".

Ia juga berniat membuat film internasional untuk mengkampanyekan Islam sebagai agama kasih. "Saya akan mencoba yang terbaik, untuk memperbaiki dampak buruk dari apa yang saya lakukan terhadap Islam dan Nabi melalui film "Fitna", "kata dia.

Di masa lalu, Arnoud di antara para petinggi Partai untuk Kebebasan PVV yang memproduksi film "Fitna". Bulan lalu ia memutuskan untuk masuk Islam setelah mempelajari agama yang kerap ia hina, juga Rasulullah yang sebelumnya ia lecehkan.

Arnoud mengaku, kemarahan umat muslim dunia yang mengutuk film yang dibuatnya, "memaksanya" untuk mempelajari Islam. Yang kemudian menuntunnya pada hidayah.

Setelah bertemu dua imam di Madinah,  Sheikh Ali Al-Hudaifi dan Sheikh Salah Al-Badar, Arnoud menuju Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah.

Awalnya Dianggap Lelucon

Sebelumnya, Arnoud mengumumkan keputusan untuk memeluk Islam di profil Twitternya. Ia juga memposting tweet Kalimat Syahadat dalam Bahasa Arab.

Pada awalnya,  semua orang yang melihatnya, menganggapnya sebagai lelucon. Namun, Arnoud yang saat ini menjadi penasehat Pemerintah Kota Den Haag kemudian secara pribadi mengonfirmasi pilihannya menjadi muslim dalam surat resmi yang ditujukan pada walikota.

"Aku bisa memahami orang-orang yang skeptis dengan pilihanku, yang bagi sebagian orang tak diharapkan," kata Arnoud pada Al Jazeera. "Ini adalah keputusan besar yang sama sekali tak bisa aku anggap enteng."

Ia mengaku, rekan-rekan di lingkaran dalam partainya sudah lama mengetahui ia secara aktif meneliti Alquran, Hadis, Sunnah, dan tulisan tentang Islam lainnya. "Sudah hampir setahun lamanya. Aku juga sering berdiskusi dengan umat muslim tentang agama mereka."

Arnoud mengaku, kerap mendengar begitu banyak cerita negatif tentang Islam. "Tapi saya bukan orang yang mengikuti pendapat orang lain tanpa melakukan kajian sendiri."

Kini, pria 46 tahun itu telah berpisah dengan partai yang dipimpin Wilders dan maju ke pemilihan anggota ke Dewan Kota Den Haag dari jalur independen.

Keputusan Arnoud menjadi muslim mendapatkan reaksi beragam di Belanda. "Sejumlah orang menilai saya pengkhianat. Namun lainnya menganggapku telah membuat keputusan terbaik," kata dia. "Pada umumnya reaksi yang saya dapatkan positif. Saya juga menerima banyak dukungan di Twitter."

Ia juga menilai, pandangan negatif Barat terhadap agama Islam mayoritas didasarkan prasangka dan ketidaktahuan.


Sumber :
https://www.liputan6.com/global/read/569180/penghina-nabi-muhammad-kini-masuk-islam-maafkan-saya?utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.0&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F

Saturday, October 20, 2012

Marsha Timothy Pindah Agama

Marsha Timothy Beri Penjelasan Tentang Pindah Agama

Sabtu, 20 Oktober 2012

Menikah dengan Vino G Bastian, aktris Marsha Timothy mengaku telah berpindah keyakinan. Dirinya telah menjadi mualaf alias memeluk agama Islam.Akan tetapi, Marsha tak mau dianggap bahwa ia pindah agama semata karena pernikahan. Menurutnya, agama merupakan hak asasi yang paling privasi dari seseorang. Agama merupakan sesuatu yang berasal dari hati yang paling dalam, tanpa bisa dipaksa.

"Ga bisa jelaskan dapat ilham seperti apa. Aku bukan ikuti keyakinan Vino. Bukan karena siapa-siapa juga. Itu urusan yang sangat pribadi buat saya, karena agama gak bisa dibeli dan dicreate. Ga bisa diadain. Pokoknya sesuatu yang berasal dari hati," ucap Marsha saat menggelar jumpa pers di Pondok Indah Lestari, Jl. Niaga Hijau Raya no.10, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (20/10).

Vino sendiri mengungkap dirinya tak mau memaksa kekasihnya tersebut untuk masuk Islam sebelum menikah. Karena Vino mengaku tipikal orang yang tak akan memaksa seseorang terkait keyakinan.

"Saya gak pernah yakinkan dia untuk masuk Islam. Pindah agama adalah keinginan dia sendiri, bukan karena saya, itu adalah hubungan dia ama Tuhannya. Bukan saya banget kalau maksa," lanjut Vino.

Pun begitu, rasa syukur telah diucapkan oleh Vino ketika bisa menikah dengan wanita yang seiman. "Istri dari agama apa pun itu saya terima. Gak mau atur dari agama mana pun. Namun Alhamdulillah menemukan istri seperti ini," imbuh Vino.

Vino dibesarkan dalam keluarga dengan toleransi agama yang sangat bagus. Maka memang persoalan agama menjadi sesuatu yang sang sangat dihargai olehnya. "Agamaku adalah agamaku, agamamu adalah agamamu. Bisa konek sendirinya. Keluarga saya juga sangat berbaur. Ya sama seperti cinta, gak bisa dipaksa. Saya gak pernah bahas agama sejak awal. Percuma kita paksa orang untuk ikutin," tukas Vino.


Sumber :
https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/marsha-timothy-beri-penjelasan-tentang-pindah-agama-756247.html

Semua Nabi adalah Jalan Kebenaran sebagai Jalan yang Lurus

Semua Nabi adalah Jalan Kebenaran Menuju Tuhan. Semua nabi adalah pembawa petunjuk yang diutus oleh Allah untuk mengarahkan umat manusia kep...

Related Post