Wednesday, March 22, 2023
Kapan 1 ramadhan tahun 2023?
Tanggal 1 Ramadhan bisa Berbeda?
Kenapa 1 ramadhan bisa berbeda?
1 Ramadan bisa berbeda pada setiap tahunnya karena perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadan itu sendiri. Penentuan awal bulan Ramadan bergantung pada pengamatan bulan sabit (hilal) yang muncul setelah bulan sebelumnya (Syawal). Karena bulan sabit dapat terlihat pada waktu yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia, maka ada kemungkinan bahwa bulan Ramadan dimulai pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai negara atau wilayah.
Selain itu, ada juga perbedaan dalam metode penentuan awal bulan Ramadan yang digunakan oleh berbagai negara atau komunitas Muslim di seluruh dunia. Ada negara yang menggunakan pengamatan langsung oleh panitia bulan sabit, sementara negara lain mengandalkan perhitungan matematis untuk menentukan awal bulan Ramadan.
Karena faktor-faktor ini, maka ada kemungkinan bahwa awal bulan Ramadan bisa berbeda pada setiap tahunnya. Perbedaan ini juga menyebabkan perbedaan dalam durasi bulan Ramadan, karena bulan Hijriyah (kalender Islam) memiliki 29 atau 30 hari tergantung pada pengamatan bulan sabit.
Meskipun ada perbedaan dalam awal bulan Ramadan, namun umat Islam di seluruh dunia berpuasa pada bulan yang sama, dan menunaikan ibadah-ibadah yang dianjurkan selama bulan Ramadan seperti shalat tarawih dan memberikan sedekah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan dalam awal bulan Ramadan, tetapi kesatuan umat Islam tetap terjaga dalam melaksanakan ibadah-ibadah pada bulan yang suci ini.
Wednesday, February 9, 2022
Sadio Mane Bersihkan Toilet Masjid
Sadio Mane Ungkap Alasan Tak Ingin Video Aksi Bersihkan Toilet Masjid Jadi Viral
Rabu, 28 November 2018 | 21:34 WIB
Sadio Mane tak ragu untuk ikut bersih-bersih toilet Masjid. Meski dikenal sebagai pemain sepak bola profesional, Sadio Mane tidak ragu untuk melakukan aksi mulia seperti membersihkan toilet masjid. Pemain Liverpool itu dikenal sebagai pemeluk agama Islam yang taat.
Sering kali Sadio Mane terlihat rutin mengunjungi Masjid Al-Rahma di Liverpool, Inggris. Bahkan seorang penggemarnya sempat mengabadikan ketika Mane ikut membersihkan toilet di Masjid Tersebut.
Meski begitu pemain asal Senegal itu berharap jika video aksi bersih-bersih toilet itu tersebar dan menjadi viral di dunia maya. Aksi bersih-bersih toilet itu terjadi setelah Liverpool menang atas Leicester dalam laga lanjutan Liga Inggris pada awal September 2018 lalu.
Setelah pertandingan usai, Sadio Mane tampak bertemu dengan rekan seimannya yang saat itu bertugas membersihkan toilet Masjid.
"Saya seorang Muslim, saya berdoa lima kali sehari dan selagi memungkinkan saya akan melakukannya di Masjid. Suatu kali saya pergi ke sana dan menemukan seorang teman warga Ghana yang sangat baik," ujar Sadio Mane kepada surat kabarPrancis L'Equipe.
"Saya mengundangnya minum teh di rumah setelah shalat namun dia tidak bisa karena ia harus membersihkan toilet Masjid. Saya lalu berkata kepadanya bahwa kita akan melakukan bersama," tambahnya.
Mane pun tak segan untuk menawarkan bantuan untuk meringankan tugas kawannya. Namun secara tidak sadar ada seseorang yang merekam aksi mulia yang dilakukan pemain berusia 26 tahun tersebut. Meski begitu Sadio Mane meminta orang tersebut untuk menyebar luaskan videonya.
"Pada saat itu, seseorang merekam dan saya memintanya untuk tidak menyebarkan. Dia bersumpah tidak akan melakukannya namun keesokan harinya ada di internet," tambah Mane.
"Bagaimanapun juga, itu tidak terlalu penting," tutup pemain yang dipercaya sebagai duta pariwisata Indonesia tersebut.
Kini video Sadio Mane bersih-bersih toilet Masjid itu tersebar di dunia maya meski ia sudah memberikan himbauan kepada sang perekam. Namun secara tidak sadar ada seseorang yang merekam aksi mulia yang dilakukan pemain berusia 26 tahun tersebut.
Meski begitu Sadio Mane meminta orang tersebut untuk menyebar luaskan videonya.
"Pada saat itu, seseorang merekam dan saya memintanya untuk tidak menyebarkan. Dia bersumpah tidak akan melakukannya namun keesokan harinya ada di internet," tambah Mane.
"Bagaimanapun juga, itu tidak terlalu penting," tutup pemain yang dipercaya sebagai duta pariwisata Indonesia tersebut.
Kini video Sadio Mane bersih-bersih toilet Masjid itu tersebar di dunia maya meski ia sudah memberikan himbauan kepada sang perekam.
Sumber :
https://bolastylo.bolasport.com/read/171248797/sadio-mane-ungkap-alasan-tak-ingin-video-aksi-bersihkan-toilet-masjid-jadi-viral?page=2
Wednesday, January 5, 2022
Hukum Memakai Cincin
Sunday, September 19, 2021
Jangan Pelit Ilmu
Alasan Jangan Menyembunyikan dan Pelit Ilmu
Senin, 20 September 2021 | 10:08 WIB
Umat Islam dianjurkan untuk menyebarkan ilmu yang dimiliki kepada khalayak luas. Artinya, kita jangan menyembunyikan dan pelit ilmu yang kita ketahui.
Bahkan ilmu yang bermanfaat dapat menjadi amal yang tak terputus pahalanya, meski yang bersangkutan telah wafat. Hal ini berbeda dengan yang biasa terjadi pada umat Bani Israel.
Islam memerintahkan umatnya untuk menyebarkan ilmu yang dia miliki, meskipun ilmu itu hanya sedikit. Rasulullah SAW bersabda:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Ballighu anni walaw ayah.”
Yang artinya, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” Dalam hadits lainnya dijelaskan:
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ
“Nadharallahu imran sami’a minna haditsan fahafizhahu hatta yuballighagu ghairahu farubba haamili fiqhin ila man huwa afqahu minhu wa rubba haamili fiqhin laisa bifaqihin.”
Yang artinya, “Allah akan menceriakan seorang hamba yang telah mendengar dari kami sebuah hadis dan dia menghafalnya hingga dia menyampaikannya pada orang lain. Bisa jadi pembawa fikih itu ke orang yang lebih fakih darinya dan bisa saja pembawa fikih itu bukanlah seorang fakih (orang yang paham).”
Syekh Aidh Al Qarni dalam buku Sentuhan Spiritual menjelaskan bahwa menyembunyikan ilmu dan tidak menyebarkannya kepada orang lain adalah di antara ciri khas Bani Israel.
Hal ini adalah kebiasaan kaum Bani Israel yang dimurkai Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 159:
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ ۙ أُولَٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ
“Innalladzina yaktumuna maa anzalna minal-bayyinaati wal-huda min ba’di maa bayyannahu linnasi fil-kitabi ulaa-ika yal’anuhumullahu wa yal’anuhumulla’inun.”
Yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.”
Sumber :
https://www.sahijab.com/update/4977-alasan-jangan-menyembunyikan-dan-pelit-ilmu?page=all
Saturday, September 11, 2021
Franck Ribery Temukan Ketenangan dalam Islam
Lewati Ujian Berat, Franck Ribery Temukan Ketenangan dalam Islam
Jum'at, 10 September 2021, 15:09 WIB
PERJALANAN hidup Franck Ribery penuh dengan ujian. Namun, pada akhirnya dia menemukan ketenangan setelah memeluk Islam.
Terlahir di Boulogne-sur-Mer, Prancis, Ribery dibesarkan di lingkungan berpenghasilan rendah di pinggiran kota. Situasi itu membuatnya hidup dalam ekonomi yang serbasulit.
Bukan itu saja, ujian hidup Ribery bertambah ketika dia berusia dua tahun. Di usia tersebut dia dan keluarganya mengalami kecelakaan mobil di kota kelahirannya. Mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan truk.
Insiden tersebut membuatnya cedera wajah serius. Sampai-sampai, dia harus mendapatkan lebih dari seratus jahitan pada wajahnya dan meninggalkan dua bekas luka panjang di sisi kanan wajahnya, dan satu lagi di alisnya.
Beranjak dewasa, Ribery sempat bekerja kuli bangunan bersama dengan ayahnya. Dia mengenang kondisi sulit tersebut sebagai pengalaman belajar.
Pada 2002, Ribery memutuskan menjadi mualaf ketika bermain untuk klub kasta kedua Liga Prancis, Ales. Keimanannya semakin kental sejak dia menikahi Wahiba Belhami, perempuan Prancis keturunan Alzajair, pada 2006.
“Agama hal pribadi saya. Saya mukmin karena saya masuk Islam. Saya lebih kuat secara mental dan fisik sekarang,” kata Ribery mengisahkan tentang pernikahannya itu, dikutip dari Sportzion, beberapa waktu lalu.
“Agama tidak mengubah jati diri dan persepsi saya terhadap dunia. Saya salat lima kali sehari. Saya lakukan itu agar terbebas dan saya merasa lebih tenang setelah itu,” kata Ribery.
Sebagai muslim, Ribery berusaha taat menjalani ajaran agamanya. Salah satunya dia menjauhi minuman beralkohol. Keteguhannya itu terekam saat dia berseragam Bayern Munchen, dia menjauhi rekan-rekannya yang merayakan pesta juara dengan minuman beralkohol.
Bahkan saat timnya menang dan merayakan dengan minum minuman beralkhol, pemilik nama lengkap Franck Henry Pierre Ribery itu lebih memilih menolaknya.
Kini, di usia 38 tahun, Ribery tampaknya belum mau pensiun. Dia memilih melanjutkan karier di klub promosi Liga Italia, Salernitana.
Di Salerno, dia menandatangani kontrak berdurasi setahun, dan akan menerima gaji 1,5 juta euro (Rp25,3 miliar).
Sumber :
https://www.sportstars.id/read/lewati-ujian-berat-franck-ribery-temukan-ketenangan-dalam-islam-zzS527?page=1
Tuesday, August 3, 2021
Memahami Perbedaan
Selasa 19 Apr 2011 21:47 WIB
Rabu, pekan terakhir Dzulqa’dah 5 Hijriyah. Matahari mulai meninggi. Rasulullah saw dan para sahabatnya berjalan pelan meninggalkan Khandaq. Perang Ahzab baru saja usai. Umat Islam keluar sebagai pemenang. Pasukan Sekutu yang jumlahnya mencapai 10 ribu prajurit terpaksa meninggalkan Madinah dengan tangan hampa setelah mengepung kota itu hampir sebulan.
Mereka gagal menghabisi kaum Muslimin. Bahkan, dalam pertempuran yang lebih mengedepankan perang urat syaraf ini, korban Pasukan Ahzab lebih banyak, mencapai 10 orang. Sedangkan syahid dari umat Islam hanya enam orang.
Menjelang Zuhur, Rasulullah saw berjalan menuju rumah Ummu Salamah. Setelah membersihkan diri dan beristirahat sejenak lalu bersiap melaksanakan shalat Zuhur, saat itulah malaikat Jibril mendatangi beliau. “Apakah engkau akan meletakkan senjata, wahai Rasulullah?”
Rasulullah saw mengiyakan pertanyaan itu. Malaikat Jibril berkata lagi, “Para malaikat belum meletakkan senjata. Mereka sekarang sedang mengejar kaum tersebut (maksudnya Yahudi Bani Quraizhah yang telah berkhianat dengan membantu Pasukan Ahzab untuk menyerang kaum Muslimin, red). Hai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu berangkat ke Bani Quraizhah. Aku juga akan pergi untuk mengguncang mereka.”
Usai melaksanakan shalat Zuhur bersama para sahabatnya, Rasulullah saw segera memberikan komando untuk mendatangi Bani Quraizhah. “Barangsiapa mendengar dan taat, jangan sekali-kali mengerjakan shalat Ashar kecuali di Bani Quraizhah,” ujar beliau menutup instruksinya.
Rasulullah saw menunjuk Ali bin Abi Thalib di depan barisan dengan membawa bendera perang. Informasi yang diberikan malaikat Jibril benar. Ketika Ali bin Abi Thalib dan pasukannya hampir mendekati benteng-benteng Bani Quraizhah, mereka mendengar orang-orang Yahudi itu mencaci maki Rasulullah saw.
Rasulullah saw berangkat menyusul bersama kaum Anshar dan Muhajirin. Mereka sempat beristirahat di salah satu sumur Bani Quraizhah di samping kebun mereka bernama Sumur Anna. Sebagian kaum Muslimin terus bergegas menuju pemukiman Bani Quraizhah. Ketika waktu Ashar tiba, mereka masih dalam perjalanan.
Saat itu terjadi perbedaan pendapat. Mereka ingat dengan pesan Nabi saw yang berbunyi, “Barangsiapa mendengar dan taat, jangan sekali-kali mengerjakan shalat Ashar kecuali di Bani Quraizhah.”
Sebagian dari pasukan kaum Muslimin tidak melaksanakan shalat Ashar. Bahkan sebagian riwayat mengatakan, ada di antara mereka yang melaksanakan shalat Ashar setelah Isya di perkampungan Bani Quraizhah.
Namun sebagian lain melaksanakan shalat Ashar di perjalanan. Ungkapan Nabi yang mengatakan, “Jangan sekali-kali mengerjakan shalat Ashar kecuali di Bani Quraizhah,” dipahami agar mereka bersegera menuju perkampungan Bani Quraizhah sehingga bisa melaksanakan shalat Ashar di tempat itu.
Ketika hal itu diketahui oleh Rasulullah saw, beliau tidak mempermasalahkannya. Beliau mendiamkan dan tidak menyalahkan salah satu dari dua pendapat itu.
Kebijaksanaan Nabi dalam menyikapi perbedaan para sahabatnya saat memahami instruksi beliau. Dalam hal ini contohnya ungkapan beliau yang menyatakan agar para sahabatnya tidak shalat Ashar kecuali di Bani Quraizhah.
Meski nash hadits itu dianggap sangat jelas bagi sebagian para sahabat, tapi tetap saja membuka peluang perbedaan pendapat. Sebagian memahami teks ungkapan beliau itu apa adanya, yakni agar mereka shalat Ashar di Bani Quraizhah.
Namun sebagian lain justru memahami ‘spirit’ ucapan beliau yang menghendaki agar mereka berjalan lebih cepat supaya tiba di Bani Quraizhah sebelum waktu Ashar lewat.
Menyikapi dua perbedaan itu, Nabi saw tak menyalahkan mereka. Beliau menghormati perbedaaan itu. Hal tersebut memberikan isyarat bahwa dalam memahami teks, baik al-Qur’an maupun Hadits, peluang perbedaan pendapat itu memang terbuka.
Sikap umat Islam dalam menghadapi perbedaan pendapat ini mesti arif dan bijak selagi masih dalam koridor yang dibenarkan. Dalam konteks kisah di atas, kedua belah pihak tetap melaksanakan shalat, sebagian di tengah perjalanan, sebagian lagi di perkampungan Bani Quraizhah.
Pilihan hukum dalam hal furu’iyah (cabang) tak harus selalu sunnah atau bid’ah, tapi bisa jadi rajih (kuat) dan marjuh (yang dikuatkan). Mengamalkan yang marjuh bisa menjadi pilihan jika membawa kemaslahatan.
Ini bukan plin-plan, tapi cerminan sikap bijak dan cerdas.
Jika dalam hal fiqih yang kadang menghajatkan kepastian hukum, para ulama saling menghormati, apalagi masalah perbedaan pandangan politik.
Di bidang yang tak selalu ‘hitam putih’ ini, umat Islam semestinya jauh lebih bisa saling menghargai. Ijitihad politik yang senantiasa dinamis sesuai konteks zaman dan waktu, pasti akan membuka peluang perbedaan yang begitu terbuka. Perbedaan tempat dan kondisi kerap tak bisa men-general-kan keputusan.
Jika dalam hal fiqih yang kadang menghajatkan kepastian hukum, para ulama saling menghormati, apalagi masalah perbedaan pandangan politik. Di bidang yang tak selalu ‘hitam putih’ ini, umat Islam mestinya jauh lebih bisa saling menghargai.
Untuk itu, umat Islam dituntut agar saling menghormati pendapat, khususnya dalam berpolitik.
Sumber :
https://www.republika.co.id/berita/ljwmfj/memahami-perbedaan
Semua Nabi adalah Jalan Kebenaran sebagai Jalan yang Lurus
Semua Nabi adalah Jalan Kebenaran Menuju Tuhan. Semua nabi adalah pembawa petunjuk yang diutus oleh Allah untuk mengarahkan umat manusia kep...
Related Post
-
Tamara Bleszynski Jadi Mualaf dan Toleransi Beragama Keluarganya 14 Mei 2014 Tamara Bleszynski lahir dari seorang ayah beragama Katolik dan ...
-
Kapan kah 1 ramadhan tahun 2023? Untuk mengetahui tanggal 1 Ramadhan tahun 2023, perlu dilakukan perhitungan berdasarkan kalender Hijriyah (...
-
Ramadhan-11 وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ And the earth We have spread out, and excellent is the preparer. ”Da...
-
Selain Ali Imran yang Dikutip Putin, Ini Ayat Alquran tentang Perdamaian Rabu, 18 Sep 2019 11:43 WIB Mengutip ayat 103 Surah Ali Imran, ...
-
Kisah Mualaf Alice Norin, Sering Lakukan Shalat Namun Juga Pergi Ke Gereja Selasa, 08 September 2020 07:01 Alice Norin berbicara meng...
